LombokFokus|Lobar – Aula Kantor Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Lombok Barat jadi panggung pelantikan sekaligus ajang sambang hangat aparat. Sejak pukul 09.00 Wita, Senin (1/12/2025), suasana aula terasa padat makna, tapi tetap cair bak kopi pagi warga kampung.
Wakapolsek Narmada AKP I Dewa Gede Mudra, Kanit Sabhara Iptu I Wayan Gustawa, Bhabinkamtibmas Desa Pakuan Aiptu Ketut Sumenasa, dan Panit Intelkam Aiptu Supandi hadir memenuhi undangan Pelantikan Perangkat Desa unsur kewilayahan Dusun Tatar Daye, dalam rangka pengangkatan Perangkat Pemerintah Desa Pakuan Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan yang masuk dalam agenda monitoring kamtibmas Polsek Narmada itu, turut dihadiri Kasi PMD Kecamatan Narmada, Kepala Desa Pakuan, BPD, LPM, BPD, LPM, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, dan kepala kewilayahan se-Desa Pakuan. Total peserta yang hadir sekitar 30 orang.
Kapolsek Narmada AKP I Kadek Ariawan, S.H., dalam keterangannya saat dikonfirmasi terpisah, menyampaikan dukungan dan harapan kepada perangkat dusun yang baru dilantik.
“Pelantikan boleh di aula, tapi pengabdian dan pengamanan adanya di dusun. Perangkat baru bukan sekadar jabatan baru, tapi semangat baru untuk bareng-bareng menjaga kampung. Polisi ada untuk menguatkan, bukan mengambil alih. Yang paling hebat menjaga desa, tetap warga desanya sendiri,” kata AKP Ariawan.
Ia menambahkan, kehadiran personel pagi tadi sekaligus untuk memastikan proses berjalan aman, dan memberikan support system bagi desa yang sedang berbenah.
Dikatakan, di sela acara, Bhabinkamtibmas Aiptu Ketut Sumenasa melaksanakan dialog dengan warga dan perangkat dusun, menyisipkan pesan kamtibmas agar selalu waspada terhadap gangguan keamanan dan 3C (Curat, Curas, Curanmor).
“Kalau ada yang mencurigakan, jangan dipelihara penasaran sendirian. Langsung sapa, lapor, atau bunyikan pentungan ronda. Yang penting jangan cuek, tapi juga jangan panik,” seloroh salah satu anggota sambil disambut anggukan warga.
Acara pelantikan selesai dengan suasana lancar, tertib, dan kondusif. Aparat yang hadir juga menyempatkan sambang wilayah selepas monitoring, sebagai bentuk kehadiran negara di titik paling dekat, dusun.
Momentum Senin pagi itu jadi pengingat jika keamanan bukan tugas tunggal polisi, tapi orkestrasi yang dimainkan bareng warga. Kalau perangkat desa dilantik untuk mengatur wilayah, polisi hadir untuk memastikan semuanya berada di irama yang tepat.(djr)












