Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

Pernikahan Dini Sebagai Dampak Globalisasi

Pernikahan Dini Sebagai Dampak Globalisasi
Sabolah

Seperti yang kita ketahui, pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada saat usia yang belum pantas atau belum cukup umur untuk menjalankan kehidupan pernikahan. Pada umumnya pernikahan dini ini banyak terjadi di perdesaan, hal ini disebabkan akibat faktor ekonomi atau kebudayaan, tetapi seiring berkembangnya dari waktu ke waktu pernikahan dini ini tidak hanya terjadi di desa saja namun merambah ke perkotaan yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya pendidikan, pergaulan bebas, gaya hidup, serta globalisasi.

Pernikahan dini merupakan masalah global bukan hanya negara berkembang tapi di negara maju juga terjadi pernikahan dini. Oleh karena itu hal ini harus segera diatasi atau dicegah supaya tidak berkembang menjadi semakin besar dan lama kelamaan bukan menjadi hal tabu lagi, tapi hal yang biasa. Pernikahan dini ini terjadi disebabkan oleh berbagai faktor yang sering terjadi di masyarakat, seperti ekonomi yang sulit, perjodohan, kurang nya kesadaran pentingnya pendidikan, dan kemajuan teknologi informasi. Perkembangan teknologi dan informasi ini tidak terlepas dari dampak globalisasi, yang saat ini perkembangan teknologi dapat diakses oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua sekalipun.

BANK NTB Syariah

Kurang nya kontrol terhadap pemakaian teknologi informasi pada anak-anak dan remaja merupakan salah satu hal yang dapat memicu terjadinya pernikahan dini. Dimana kita tahu sendiri anak-anak memiliki keingintahuan yang tinggi tentang segala sesuatu yang masih asing untuk dilakukannya dengan mencari tahu dan menonton hal-hal yang tidak pantas untuk dilihat dari televisi, gadget atau HP hal ini akan menciptakan gaya hidup pada anak-anak dan remaja zaman sekarang dewasa sebelum waktunya. Hal ini menyebabkan anak-anak zaman sekarang telah mengenal pacaran bahkan anak SD pun sudah punya pacar, bahkan mereka juga secara terbuka memperkenalkan lawan jenisnya kepada orang tuanya sebagai pacar. Tontonan-tontonan yang tidak pantas untuk dilihat oleh anak-anak itu mereka lihat karena anak-anak menuju remaja itu ingin mencoba hal-hal baru jadi mengikuti adegan-adegan yang ditonton, hal ini bisa menyebabkan terjadinya pernikahan dini sebab hamil diluar nikah dan mereka tidak punya pilihan lain selain menikah.

READ  Pentingnya Pendidikan Untuk Kemajuan Bangsa

Pernikahan dini ini sangat berdampak pada anak-anak atau remaja, terutama perempuan. Karena mental yang laki-laki dan perempuan belum siap untuk menikah. Hal ini berdampak pada ekonomi, pendidikan sebab harus putus sekolah, terjadinya kekerasan dalam rumah tangga sebab emosi masih labil, menyebabkan meningkatnya perceraian dan kesehatan, terutama kesehatan untuk perempuan. Anak perempuan usia 10-16 tahun memiliki resiko lebih besar untuk meninggal dalam kasus kehamilan dan persalinan, karena pada usia 10-16 tahun belum siap untuk dibuahi. Menurut data BPS, secara global kematian yang disebabkan oleh kehamilan merupakan penyebab utama kematian anak perempuan usia 15-19 tahun.

Dalam upaya menurunkan tingkat pernikahan dini di indonesia pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan. Diantara berbagai kebijakan pemerintah dalam mengatasi pernikahan dini di Indonesia salah satunya dengan memberlakukan UU nomor 16 tahun 2019 tentang usia pernikahan. Dalam UU nomor 16 tahun 2019 tersebut, batas minimal usia pernikahan bagi laki-laki dan perempuan yaitu 19 tahun. UU nomor 16 tahun 2019 ini merupakan revisi dari UU nomor 1 tahun 1974 yang sebelumnya mengatur usia minimal perempuan menikah yaitu 16 tahun. UU nomor 16 tahun 2019 tersebut diberlakukan pada tanggal 15 Oktober 2019. Dengan direvisi nya UU nomor 1 tahun 1974 tersebut, diharapkan dapat mengurangi tingkat pernikahan dini di Indonesia.

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification