Penulis; Sekar Safira
Lombok Fokus | Pendidikan dalam keluarga merupakan tahap awal dalam upaya pembentukan kepribadian, karena keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak, dan di keluargalah anak mendapat bimbingan dan pembinaan, sehingga orang tua sebagai pondasi bagi anak-anaknya dalam menjalankan hidup dan kehidupannya sehari-hari, sehingga diharapkan terbentuk sikap mental anak yang sesuai dengan tuntutan syari’at Islam. Anak sesungguhnya adalah amanat dan karunia Allah Swt kepada setiap keluarga, yaitu agar dididik melaksanakan ajaran agama dengan baik dan bersikap dengan akhlak yang baik, hormat kepada ibu dan bapak. Akhlak anak-anak pertama kali dibentuk di keluarga. Akhlak dari lingkungan keluarga ini adalah sebagai dasar pembentukan anak selanjutnya.
Oleh karena itu akhlak yang diajarkan orangtua di dalam keluarga harus kuat. Biasanya penanaman akhlak yang pertama kali ini mempunyai kekuatan yang sukar dihilangkan. Oleh karena itu ajaran akhlak di dalam keluarga, memegang peranan penting pada pembentukan akhlak anak di luar rumah.
Dalam kehidupan keluarga, orangtua harus juga melatih anak untuk melakukan ibadah yang diajarkan dalam agama, yaitu praktek-praktek yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Di samping praktek ibadah, anak harus dibiasakan berprilaku sopan, baik di dalam keluarga maupun kepada orang lain sesuai dengan ajaran akidah atau akhlak yang diajarkan agama Islam. Orangtua turut membentuk keimanan anak, dan mempersiapkan moral, spiritual dan sosial anak melalui pendidikan dan nasehat. Hal ini diharapkan nantinya anak akan dapat membedakan mana akhlak yang baik dan mana akhlak yang buruk.
Akan tetapi dalam pelaksanaan pendidikan dan bimbingan yang dilakukan oleh orang tua sering kali terjadi sebuah dikotomi fungsi masing-masing orangtua yang disebabkan oleh adat kebiasaan dan cara berfikir yang berbeda. Dikotomi fungsi tersebut menyangkut tentang pembagian tugas orangtua dalam sebuah keluarga. Sehingga ada yang beranggapan bahwa fungsi membimbing dan mendidik anak adalah tugas dan tanggung jawab seorang ibu saja. Ayah hanya mempunyai tanggung jawab mencari nafkah. Sedangkan dalam Islam, tugas dan tanggung jawab bersama.
Orang tua perlu mengetahui ciri-ciri dan perkembangan biologis anak maupun psikisnya, perkembangan kecerdasan, dan emosi, perkembangan sosial kemasyarakatan perlu sekali orangtua ketahui. Orangtua harusnya mengetahui tujuan dan pendidikan keimanan bagi anak-anaknya yang masih kecil, agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang soleh, tentu saja orangtua dibekali dengan berbagai materi yang tepat bagi pendidikan anak-anaknya.
Anak-anak yang mendapat perlakuan baik dari ke dua orang tuanya, merasa di sayang dan terbuka untuk mengeluarkan pendapat, serta merasa dihargai. Dan memiliki perkembangan kepribadian yang baik. Keberagamaan anak-anak adalah sungguh-sungguh, namun belum dengan pikirannya ia baru menangkap dengan emosi karena belum berpikir secara logis.
Jadi orangtua haruslah membentuk karakter pada anaknya sejak dini, penanaman nilai-nilai agama kepada anak haruslah tebal sehingga anak mengerti hal-hal apa saja yang terkandung dalam agama. Untuk itu orangtua perlu memperkenalkan kepada anak-anak tentang rukun Iman, berdoa kepada Allah, membaca al-quran, memberikan nasihat tentang takdir. Hal yang paling pokok yang perlu diserap anak adalah hal-hal yang berkenan dengan keimanan islam dan akhlak.
Sekar Safira Mahasiswa UIN Mataram


