Scroll untuk baca artikel

Peran KOPRI dalam Mengawal Demokrasi: Refleksi Pemilu 2024

×

Peran KOPRI dalam Mengawal Demokrasi: Refleksi Pemilu 2024

Share this article

MATARAM – Dalam upaya mendalami dinamika Pemilu 2024, KOPRI PC PMII Kota Mataram sukses menggelar Dialog dan Bedah Buku bertajuk “Pemilihan Umum 2024: Refleksi Pemilu 2024”.

Acara yang berlangsung di Meeino Warking Cafe, Gomong, Mataram, pada Senin ini menarik perhatian para pakar, akademisi, dan mahasiswa yang antusias mengikuti diskusi.

IKLAN
Example 120x600

Ketua KOPRI PC PMII Kota Mataram, Baiq Widiantari, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran kader KOPRI dalam mengawal proses demokrasi.

Ia menyoroti bahwa pelaksanaan pemilu tidak hanya berbicara soal teknis penyelenggaraan, tetapi juga pentingnya peran pengawas untuk menjaga integritas demokrasi.

“Pemilu bukan sekadar agenda politik lima tahunan, melainkan refleksi dari kualitas demokrasi kita. Pengawasan yang efektif menjadi kunci untuk memastikan pemilu yang jujur dan adil,” ungkapnya.

Fokus pada Buku ‘Refleksi Pemilu 2024’

Acara ini mengupas buku “Pemilihan Umum 2024: Refleksi Pemilu 2024” yang menjadi sorotan utama dalam sesi bedah buku.

Buku ini mengulas berbagai aspek penting, mulai dari sistem pemilu, partisipasi masyarakat, hingga tantangan dan keberhasilan dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Athik Hidayatul Ummah, akademisi UIN Mataram sekaligus salah satu narasumber, menyampaikan bahwa buku ini menyajikan evaluasi penting untuk memperbaiki proses demokrasi di masa depan.

“Refleksi atas Pemilu 2024 sangat relevan sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua dalam menghadapi tantangan demokrasi berikutnya,” ujarnya.

Komisioner Bawaslu Lombok Barat, Samsul Hadi, turut menegaskan pentingnya pengawasan yang berintegritas. Ia juga mengapresiasi peran KOPRI PMII dalam mengawal demokrasi.

“KOPRI memiliki peran signifikan untuk mendorong transparansi dan memastikan pelaksanaan pemilu berjalan dengan baik,” katanya.

Diskusi Interaktif dan Rekomendasi

Sesi dialog berlangsung dinamis dengan pembahasan isu-isu strategis, seperti inklusivitas pemilu, transparansi, dan pentingnya pengawasan pemilu yang adil.

Peserta aktif berdiskusi, memberikan masukan, serta menggali wawasan dari para narasumber.

Example 120x600
Example 120x600