Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiHeadlineOlahragaPariwisata

MotoGP Mandalika 2026 Catat Rekor 157.875 Pengunjung, Dampak Ekonomi Diklaim Tembus Rp5,2 Triliun

×

MotoGP Mandalika 2026 Catat Rekor 157.875 Pengunjung, Dampak Ekonomi Diklaim Tembus Rp5,2 Triliun

Sebarkan artikel ini

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit mencatat rekor baru dengan total 157.875 pengunjung selama gelaran pada 9–11 Oktober 2026. Selain memecahkan rekor jumlah pengunjung, ajang balap motor kelas dunia tersebut diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi mencapai Rp5,2 triliun.

IKLAN
Example 300x600

Capaian itu diumumkan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui siaran pers pada Kamis (15/10/2026). Jumlah pengunjung tahun ini meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencatat 140.324 pengunjung.

Angka tersebut sekaligus menjadi jumlah pengunjung tertinggi sejak MotoGP pertama kali digelar di kawasan The Mandalika pada 2022.

ITDC juga menyebut dampak ekonomi penyelenggaraan tahun ini meningkat sekitar 4,8 persen dibandingkan 2025, dari Rp4,96 triliun menjadi Rp5,2 triliun.

Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan manfaat ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya dirasakan selama balapan berlangsung, tetapi juga sejak sepekan sebelum acara dimulai.

Menurutnya, kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara lebih awal turut menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi lokal, hingga penjualan produk UMKM.

“Manfaat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sudah mulai terasa sebelum balapan berlangsung. Wisatawan domestik dan asing datang lebih awal, menginap, menikmati kuliner, menggunakan transportasi lokal, mengunjungi destinasi wisata, dan membeli oleh-oleh,” ujar Ahmad Fajar dalam keterangan resminya.

Ia menyebut aktivitas tersebut memperluas manfaat ekonomi penyelenggaraan hingga mencapai Rp5,2 triliun berdasarkan kajian yang dilakukan Lembaga Teknik dan Manajemen Industri (LETMI) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Belanja Pengunjung Capai Rp8,56 Juta per Orang

Salah satu temuan dalam kajian tersebut adalah estimasi rata-rata pengeluaran pengunjung yang mencapai Rp8,56 juta per orang.

Angka tersebut dihitung dengan memperhitungkan pengeluaran wisatawan sejak sepekan sebelum hingga selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Perhitungannya juga mempertimbangkan komposisi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Menurut Ahmad Fajar, estimasi pengeluaran langsung pengunjung mencapai Rp1,35 triliun.

Pengeluaran itu mencakup kebutuhan akomodasi, makanan dan minuman, transportasi lokal, hiburan, kunjungan wisata, hingga pembelian oleh-oleh.

ITDC menjelaskan, kajian dampak ekonomi tersebut menggunakan pendekatan Input-Output berbasis tabel Badan Pusat Statistik (BPS) serta pendekatan Keynesian untuk mengestimasi dampak pengganda ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, kajian tidak hanya melihat pengeluaran langsung pengunjung, tetapi juga memperhitungkan dampak lanjutan aktivitas ekonomi terhadap berbagai sektor usaha.

Sebagai pembanding, rata-rata pengeluaran pengunjung pada 2023 tercatat sekitar Rp3,5 juta per orang selama periode acara. Namun, perbandingan kedua angka tersebut perlu memperhatikan perbedaan periode penghitungan yang digunakan.

Ahmad Fajar menambahkan, BPS juga dijadwalkan merilis data terkait dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

“Kami juga menantikan publikasi BPS dalam waktu dekat. Data tersebut akan menjadi pembanding dan sarana kontrol bagi hasil riset LETMI-ITB yang kami sampaikan saat ini,” katanya.

Dorna Konfirmasi Rekor Pengunjung

Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menyebut peningkatan jumlah pengunjung menjadi indikator positif bagi perkembangan MotoGP Mandalika.

Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan kenyamanan pengunjung.

Menurut Troy, jumlah 157.875 pengunjung mengacu pada angka yang dikonfirmasi dan dirilis Dorna, berdasarkan data pemindaian elektronik arus masuk pengunjung.

Penghitungan tersebut mencakup kegiatan utama dan sejumlah side event pada sore hingga malam hari sesuai cakupan pencatatan Dorna.

“Angka yang kami sampaikan didasarkan pada konfirmasi yang dirilis Dorna. Penghitungannya menggunakan data terperinci dari pemindaian elektronik arus masuk pengunjung, baik untuk kegiatan utama maupun side event pada sore dan malam hari yang masuk dalam cakupan pencatatan mereka,” ujar Troy.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini dinilai lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya. Penataan area paddock, stan tim, serta lokasi kuliner dan UMKM menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian.

Menurut Troy, kehadiran pelaku usaha lokal di sekitar paddock dan grandstand turut memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.

Selain menyaksikan balapan, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas daerah sekaligus mengenal produk lokal yang ditawarkan pelaku UMKM.

“Kami ingin pengalaman di The Mandalika terasa lengkap. Selain menikmati balapan, pengunjung juga bisa menikmati cita rasa lokal di sekitar paddock dan grandstand. Bagi pengunjung mancanegara, ini menjadi kesempatan untuk mengenal kuliner daerah secara langsung, sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi UMKM,” katanya.

Tantangan Memastikan Dampak Ekonomi Dirasakan Masyarakat

Rekor pengunjung dan estimasi dampak ekonomi tersebut menjadi momentum bagi ITDC untuk memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism berkelas dunia.

Namun, besarnya nilai dampak ekonomi perlu diikuti upaya memastikan manfaat penyelenggaraan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, terutama pelaku UMKM, pengusaha akomodasi, penyedia transportasi, dan sektor pariwisata lokal.

ITDC menyatakan akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, memperkuat daya tarik destinasi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pertumbuhan event memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian daerah maupun nasional.

Sementara itu, publikasi data BPS yang direncanakan dalam waktu dekat akan menjadi salah satu bahan pembanding untuk melihat dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 secara lebih menyeluruh.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600