Scroll untuk baca artikel

Mitigasi Kerawanan Pemilu 2024 Bagi Jurnalis, KKB, dan KKJ NTB Gelar Diskusi

×

Mitigasi Kerawanan Pemilu 2024 Bagi Jurnalis, KKB, dan KKJ NTB Gelar Diskusi

Share this article

Mataram – Dalam menghadapi tahun politik yang mencakup Pemilihan Umum (Pemilu) Calon Anggota Legislatif, Calon Anggota DPD RI, Pemilihan Presiden, dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024, Komunitas Kabar Baik (KKB) dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) menyelenggarakan Jumpa Bareng Wartawan di Lesehan 7 Sambal Sayang-sayang, Mataram.

Koordinator KKB NTB, Satria Zulfikar, mengungkapkan bahwa diskusi yang diadakan membahas tema “Peluang dan Tantangan Pers Saat Pemilu 2024”.

IKLAN
Example 120x600

“Menjelang tahun politik mendatang, jurnalis memegang peran kunci dalam menyampaikan informasi tentang pemilihan umum dan sekaligus berada di garis depan dalam transformasi informasi terkait pemilu,” kata jurnalis vivanews ini, Rabu, 18 Oktober 2023.

Satria juga menekankan bahwa jurnalis adalah salah satu kelompok yang paling rentan menghadapi risiko dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Selain ada peluang bagi industri media massa, kita juga dihadapkan pada ancaman, intimidasi, diskriminasi, dan bahaya lainnya. Hal ini perlu dihadapi bersama sebagai langkah awal dalam mengatasi masalah ini,” tambah Satria.

Koordinator KKJ NTB, Haris Al Kindi, mencatat bahwa pada tahun 2022, Indeks Kebebasan Pers (IKP) di NTB berada pada peringkat yang sangat tinggi, yaitu posisi 12.

“Meskipun peringkat IKP sangat tinggi pada tahun 2022, masih ada beberapa kasus terkait kebebasan pers yang terjadi. AJI melaporkan 53 kasus kekerasan terhadap jurnalis di seluruh Indonesia, termasuk 5 kasus di NTB. Ini menempatkan NTB dalam zona kuning terkait kebebasan pers,” ujar Pimred NTBSatu.

Haris menjelaskan bahwa menjelang tahun politik, jurnalis menjadi sangat rentan saat meliput peristiwa. Bahkan sebelum tahap pemilu dimulai, mereka sudah menerima ancaman dan intimidasi.

“Langkah mitigasi sangat penting untuk menghindari framing buruk terhadap jurnalis saat mereka melaporkan. Jurnalis memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” terangnya.

Haris juga menekankan pentingnya konfirmasi saat melaporkan peristiwa politik yang memerlukan informasi yang akurat.

Jurnalis juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari menyebarkan berita palsu (hoaks) tentang calon anggota legislatif (Caleg) dan partai politik tertentu.

Selain itu, Haris mengingatkan pentingnya jurnalis berada dalam posisi yang aman saat meliput konflik, seperti berada di belakang APH (Alat Pelindung Diri).

Tentang peluang yang bisa dimanfaatkan oleh jurnalis selama momentum politik, Haris menyebutnya sebagai kesempatan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, serta menciptakan pemberitaan politik yang seimbang dan fiskal bagi media massa.

Example 120x600
Example 120x600