Scroll untuk baca artikel

Membentuk Akhlak Anak Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak

×

Membentuk Akhlak Anak Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak

Share this article
Ilustrasi

Oleh : Dira Lulu Sati
(Penulis Merupakan Mahasiswa  Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Mataram)

Lombok Fokus – Akidah dan akhlak merupakan dua hal yang menjadi pondasi utama dalam ajaran islam, sehingga memiliki cakupan yang luas dan mendalam. Akidah merupakan hubungan makhluk dan tuhan sedangkan akhlak adalah hubungan antar sesama makhluk ciptaannya. Nabi Muhammad Saw mengajarkan akidah pada masa awal-awal dakwah beliau dan menyempurnakan akhlak manusia dengan menjadi teladan yang lebih sempurna. Dengan kata lain, akidah merupakan hubungan vertikal kemudian akhlak merupakan hubungan horizontal. Akidah dan akhlak yang menjadi pondasi utama ajaran islam, bukanlah hal yang sederhana untuk di ajarkan apalagi pada pendidikan formal, terlebih pada usia anak-anak.
Selama ini banyak lembaga pendidikan yang lebih berkonsentrasi pada penyiapan dan pembentukan peserta didik yang memiliki keilmuan dan keterampilan yang tinggi dan tanpa didasari pada penerapan nilai-nilai keilmuannya dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga berimplikasi pada tidak tercapainya pendidikan secara kompherensif. Tujuan pendidikan yang ingin membentuk anak memiliki keilmuan yang tinggi dan berkarakter mulia menjadi terabaikan akibat banyaknya problematika dalam dunia pendidikan.

IKLAN
Example 120x600

Pentingnya akidah akhlak bagi setiap orang sangat penting, apalagi pada pada masa anak-anak, hal ini di maksudkan untuk membentuk perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana berakidah dan berakhlak kepada sesama teman, orangtua, dan guru di sekolah serta lingkungan masyarakat. Maka disini akan di bahas tentang bagaimana membentuk akhlak anak melalui pembelajaran akidah akhlak

Akidah menurut terminology adalah beberapa perkara yang wajib di yakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa , menjadi keyakinan yang tidak bercampur baur dengan sedikitpun keraguan. Kata akhlak secara etimologi berasal dari Bahasa jamak khuluq atau al-khuluq yang secara Bahasa berarti budi pekerti, perangai,tingkah laku atau tabiat. Pada hakikatnya akhlak adalah perbuatan seseorang yang di dorong oleh keadaan jiwanya, dimana perbuatan-perbuatan ini tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu.

Pembentukan akhlak di artikan sebagai usaha sungguh-sungguh dalam rangka membentuk anak dengan menggunakan sarana pendidikan dan pembinaan yang terprogram dengan baik dan dilaksanakan dengan sungguh dan konsisten. Ada banyak cara untuk membentuk akhlak yang baik dan mulia pada anak-anak salah satunya adalah dengan menggunakan pembelajaran akidah akhlak. Pembelajaran akidah akhlak merupakan mata pelajaran yang bertujuan agar peserta didk memiliki pengetahuan, penghayatan, dan keyakinan yang benar terhadap hal-hal yang harus di imani oleh orang islam, sehingga dalam kehidupan sehari-hari peserta didik bersikap dan bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.

Dalam dunia pendidikan, seorang anak atau siswa di proses untuk menjadi generasi yang uggul dengan keagungan akhlak. Maka apabila guru berhasil dalam melaksanakan tugasnya dalam mendidik, maka para siswa nantinya menjadi insan yang luhur serta mengamalkan ilmunya dengan baik. Sebagaimana hasil wawancara saya dengan seorang guru, beliau mengatakan untuk membentuk karakter anak dengan menggunakan pembelajaran akidah akhlak maka bisa di lakukan dengan beberapa kegiatan yaitu :

1. Pengajaran

Pengajaran adalah kegiatan yang di lakukan guru dalam dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. Maka dalam proses pengajaran pembelajaran akidah akhlak seorang guru harus mampu memberikan penjelasan yang baik dan tentunya mudah di terima oleh anak-anak. Guru bisa memberikan contoh akhlak terpuji dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar bisa di praktekkan oleh anak-anak di kehidupannya.

2. Keteladanan

Keteladanan merupakan tindakan penanaman akhlak dengan menghargai ucapan, sikap dan perilaku sehingga dapat di tiru orang lain. Seorang guru adalah teladan bagi murid-muridnya, segala sesuatu yang guru lakukan pasti akan di tiru oleh anak muridnya. Maka begitu pentingnya sikap dan perilaku yang baik harus ada pada guru agar bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak muridnya. Peran orangtua juga sangat penting karena merupakan orang terdekat anak di lingkungan nya. Orang tua harus menunjukan dan mengajarkan mana perilaku yang baik dan tidak baik untuk anak.

3. Motivasi
Motivasi adalah dorongan dari suatu gerak jiwa dan perilaku seseorang untuk berbuat. Motivasi bisa meningkatkan keinginan anak untuk melakuan sesuatu, termasuk dalam pembelajaran akidah akhlak yang dimana bisa memotivasi anak menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya bernilai kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang sekitarnya. Pembelajaran akidah akhlak mengajarkan anak tentang bagaiamana seharusnya ia berprilaku dan apa yang akan di dapat dari perbuatannya tersebut.

4. Pembiasaan
Pembiasaan adalah segala sesuatu yang di lakukan secara berulang untuk membiasakan anak dalam bersikap, berperilaku dan berpikir dengan benar. Dalam proses pembiasaan berintikan pengalaman, sedangkan yang di biasakan adalah segala sesuatu yang di amalkan. Dalam pembelajaran akidah akhlak ada beberapa perilaku terpuji yang di lakukan oleh anak dan harus menjadi suatu pembiasaan salah satunya adalah sikap jujur, seorang anak harus di biasakan bersikap jujur dan menghindari sikap dusta atau berbohong dalam kehidupannya. Selain bersikap jujur anak juga harus melakukan pembiasaan terhadap perilaku terpuji lainnya seperti rendah hati, tidak sombong, dan lain sebagainya.

Setelah kegiatan di atas di lakukan, maka di harapkan pembelajaran akidah akhlak bisa merubah akhlak dan perilaku anak-anak menjadi seseorang yang berprilaku mulia di kehidupan sehari-harinya.

Semua materi pembelajaran memiliki kewajiban yang sama yakni menanamkan nilai –nilai kebaikan dalam pengaplikasian ilmunya. Artinya setiap guru berkewajiban menyelipkan nilai-nilai moral atau etika yang baik. Namun lebih khusus lagi, pembelajaran akidah akhlak memiliki peran yang sangat spesifik dalam membentuk akhlak yang baik. Akhlak yang baik akan membentuk kebiasaan yang baik dan kebiasaan ini akan membangun karakter yang baik pula. Dan karakter baik ini pula yang menjadi keinginan semua orang tua dan guru. Dapat di simpulkan bahwa jika seseorang mampu membangun kebaikan pada diri sendiri, maka ia akan dengan mudah untuk membangun kebaikan pada orang lain. Dan di harapkan semoga pembelajaran akidah akhlak bisa menjadi pintu peradaban dalam membangun akhlak anak dan tentunya dengan adanya peran besar dari guru dan orang tua dalam membangun akhlak baik pada diri anak tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Rahmat Solihin, M.Pd. Akidah Akhlak Dalam Perspektif Pembelajaran Di Madrasah Ibtidaiyah ( Indramayu : CV Adanu Abimata, 2021)h. 6-7
Kutsiyyah, Pembelajaran Akidah Akhlak ( Duta Media Publishing, 2019)h. 104

Example 120x600
Example 120x600