Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600

Masyarakat mengeluh, Pencegahan Covid19 Di Lombok Barat Tidak Konsisten

Sabolah
Masyarakat mengeluh, Pencegahan Covid19 Di Lombok Barat Tidak Konsisten

LOBAR, LOMBOK FOKUS | Pemerintah kabupaten lombok barat dinilai tidak konsisten dalam mencegah penyebaran virus covid19, Hal itu terlihat di pasar Tentan Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi, Lombok Barat. Kamis,27/08/2020.

Masyarakat menganggap bahwa, pemerintah saat ini sudah mulai kendor dan tidak konsisiten lagi untuk mengatasi masalah pandemi covid19, hal itu diungkapkan oleh ‘Nurisah’ saat mengunjungi pasar, ia menilai pada awal munculnya virus corona ini memang pencegahan dari pemerintah daerah setempat sangat bagus. Namun, hal itu tidak berjalan lama.

BANK NTB Syariah

“Dulu kita di bagikan masker dan disediakan tempat cuci tangan, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Malah sosialisasi dampak virus itu cuma sekali, iya awal mulainya di berlakukannya new normal,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Kepala pelaksana BPBD Lobar, Manan menyampaikan, selaku sekretaris gugus tugas pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Lobar membantah apa yang disampaikan salah seorang pengunjung pasar tersebut.

Dia mengaku, Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat terus maksimal memutus rantai penyebaran virus corona, dengan melibatkan semua unsur, hingga tingkat Desa. Terlebih saat ini, sudah ada Peraturan Daerah Provinsi NTB tentang penanganan penyakit menular yang didalamnya memuat besaran denda bagi pelanggar protokol kesehatan.

Dia menjelaskan, menuju new normal, beberapa aktivitas masyarakat memang sudah mulai diperbolehkan seperti ke pasar, tempat ibadah. Namun yang terpenting tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan di air mengalir gunakan sabun, menjaga jarak, serta penyemprotan di area publik menggunakan desinfektan atau obat-obatan yang dapat membunuh penyakit atau virus tersebut.

“Kami terus sosialisasi dan edukasi serta monitoring juga pengawasan di lapangan. Kegiatan ini kami lakukan hingga tingkat Desa di Lombok Barat bersama Forkopimca,” ungkapnya.

READ  Pemuda dan Warga Desa Tagih Janji Bupati Loteng Tentang Perbaikan Jalan

Manan menambahkan, bentuk keseriusan memutus rantai Covid-19 itu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum, didalamnya Forkominda Lobar, terus melakukan razia penggunaaan masker. Kalaupun lanjutnya, bisa dikatakan belum maksimal, namun daerah sudah berusaha sesuai ketentuan aturan.

“Kita dorong semua tim, baik kabupaten, Kecamatan dan Desa, harus bersikap tegas supaya, masyarakat ini patuh ke aturan, tentunya disertai sanksi,” ujarnya.

Dia menegaskan, sanksi itu sudah tertuang dalam peraturan Bupati Lobar nomor 50 tahun 2020. Dimana, sanksi nya mengacu pada Perbup no 9 tahun 2015 yang mengatur tentang ketentraman dan ketertiban.

“Kalau dalam Perda, terlalu tinggi dendanya. Tapi, mengacu instruksi kementrian, kita bentuk Perbup lagi agar lebih spesifik memberikan penyadaran terhadap masyarakat. Tapi kalau ada masyarakat yang masih tidak patuh, maka kita akan jatuhkan sanksi,” tuturnya.

Pada prinsipnya kata Manan. Karena peraturan yang mengatur tentang cara penangan pandemi covid-19 ini bersifat nasional sehingga cara penangan nya pun terorganisir dan ada sinkronisasi.

“Memang pemerintah pusat itu memerintahkan kepada kepala daerah, baik itu Gubernur, Bupati/Walikota untuk menindak lanjuti dengan peraturan kepala daerah, kalau di kami di kabupaten ya peraturan bupati,” kata dia.

Dia mengaku, aturan itu sudah dikordinasikan dengan pemerintah provinsi, terlebih sudah ada Perda Provinsi NTB supaya sinkron dengan Kabupaten Lobar.

“Ini kami lakukan supaya jangan sampai tumpang tindih perberlakuan sanksi ketika kami melakukan razia pengawasan,” tutupnya.

www.lombokfokus.com

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification