LombokFokus|Lotara – Destinasi wisata tiga gili—Trawangan, Meno, dan Air (Tramena)—di Desa Gili Indah, Lombok Utara, terus mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB, pemerintah telah mengucurkan puluhan miliar rupiah, untuk penataan kawasan wisata di Gili Trawangan dan Gili Air pada 2024.
BPPW NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp 33 miliar untuk membangun jalan di Gili Trawangan. Sistem paving block sepanjang 50 ribu meter persegi atau sekitar 7 km, kini menghiasi area jalan lingkar dan jalan lingkungan. Di Gili Air, pembangunan dermaga pun telah rampung dengan anggaran sebesar Rp 13 miliar. Dermaga tersebut dilengkapi 4 selter, paving block, serta tiang pancang dermaga untuk perahu umum.
“Alhamdulillah, tiga gili kini mendapatkan perhatian besar dari Pemerintah Pusat maupun daerah. Masyarakat bisa merasakan perubahan ini, terutama dengan adanya pembangunan jalan lingkar di Gili Trawangan, dan penataan dermaga di Gili Air,” ujar Kepala Desa Gili Indah, Wardana, Selasa (29/10/2024).

Wardana berharap dengan perbaikan tersebut, masyarakat dan wisatawan Gili Trawangan tak lagi harus mengeluhkan jalan becek saat musim hujan. Meski masih ada titik yang perlu pembenahan, namun jumlahnya relatif kecil. Pun di Gili Air, penataan dermaga yang baru juga diyakini akan semakin meningkatkan daya tarik wisatawan.
“Setelah pembangunan dermaga selesai, keindahannya benar-benar terasa. Tinggal bagaimana kita mengelola ke depannya,” tambah Wardana.
Ia juga berencana berkoordinasi dengan Pemda Lombok Utara melalui Dinas Pariwisata (Dispar), untuk mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bekerjasama dalam pengelolaan kawasan.
Kabar baiknya, lanjut Wardana, Pemerintah Pusat berencana kembali menganggarkan penataan untuk Gili Meno pada 2025, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB. Wardana menilai proses pembangunan dermaga di Gili Air berlangsung cepat dan dilakukan secara profesional, mengingat tantangan besar dalam membangun infrastruktur di wilayah kepulauan.
“Kami bersyukur tiga gili mendapat perhatian khusus, terutama dalam penataan kawasan wisata. Namun, kami masih menghadapi persoalan air bersih, yang kini menjadi perhatian utama kami,” tutupnya.
Takmir Masjid Gili Trawangan, Ustad Zain Hadi, turut mengapresiasi langkah pemerintah yang terus memperhatikan kawasan tersebut..
“Alhamdulillah, jalan ke masjid sudah rapi, sehingga jamaah bisa nyaman beribadah meski saat hujan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Dende Dewi Tribudiastuti, menyampaikan jika kini pertanyaan masyarakat dan pelaku wisata, terkait perhatian pemerintah terhadap kawasan andalan itu telah terjawab. Meski masih ada yang perlu ditingkatkan, sebagian besar akses telah tertata dengan baik.
“Mulai dari jalan dan tanggul hingga dermaga sudah tertata. Tugas kita sekarang adalah menjaga fasilitas ini, agar wisatawan tetap tertarik mengunjungi tiga gili,” ungkapnya.
Dende juga menambahkan jika anggaran dari pusat, akan kembali dialokasikan untuk penataan Gili Meno, sedangkan untuk Gili Air, pemerintah daerah menganggarkan Rp 9 miliar yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Perhatian besar pemerintah terhadap tiga gili, diharapkan terus mendorong kawasan tersebut sebagai destinasi wisata unggulan di Lombok Utara.(iko)


