Verification: 27a3a887773ff714

Manfaat Irigasi Tetes, Lahan Non Produktif Berhasil Produksi Jagung 

  • Bagikan
Manfaat Irigasi Tetes, Lahan Non Produktif Berhasil Produksi Jagung 
Sabolah

Irigasi tetes adalah metode irigasi yang menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui jaringan katup, pipa dan emitor.

Manfaat Irigasi Tetes Bagi Pertanian

Hemat air untuk pengairan. Penggunaan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman saja, tidak mengalirkan air ke semua area

BANK NTB Syariah

 

Hemat tenaga saat penyiraman. Dengan penggunaan sistem irigasi modern ini, tenaga yang dibutuhkan dalam penyiraman tanaman menjadi berkurang

 

Hemat waktu Pengaturan pada sistem irigasi tetes.ini bisa efisien sehingga mengurangi waktu penyiraman, bahkan bisa menggunakan timer yang bisa diatur jadwal dan kebutuhan tanaman

 

Irigasi Tetes telah digunakan pada zaman kuno dengan mengisi pot tanah liat yang terkubur dengan air, yang pelan-pelan merambat ke rumput. Teknologi irigasi tetes modern ditemukan di Israel oleh Simcha Blass dan anaknya Yeshayahu.

Irigasi Tetes di NTB Bisa Dimanfaatkan Petani Jagung 

Pemanfaatan irigasi tetes di Desa Akar-akar kabupaten Lombok Utara bisa dirasakan petani, lahan yang biasa dimanfaatkan saat musim penghujan saja sekarang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.

 

Sebanyak 5 mesin pompa air yang mengaliri sawah dengan sistem tetes behasil mengubah lahan yang kering kerontang menjadi lahan yang hijau.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, M. Riadi, membantah. Dia secara langsung meninjau irigasi tetes di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Rabu, 6 Oktober 2021.

Di sana, kondisi irigasi tetes masih berfungsi dengan baik. Memang benar tidak semua petani memanfaatkan karena pada November dan Desember nanti NTB akan memasuki musim penghujan, sehingga tidak sulit menemukan sumber air di lahan tandus tersebut.

READ  Kepala Divisi Hukum dan HAM, Pimpin Rapat Majelis Pengawas Wilayah Notaris Se-Provinsi NTB

Namun, berhektare lahan di sana telah menggunakan irigasi tetes yang dikelola oleh PT Agrindo Karya Persada. Jagung yang mulai ditanam dialiri dengan sistem irigasi tetes.

“Saya sulit menerima karena dibilang alat ini tidak berfungsi. Beda dengan alat yang berfungsi tapi tidak dimanfaatkan,” kata M. Riadi.

Dijelaskan, yang menjadi hambatan warga saat ini adalah patungan untuk membeli solar guna menghidupkan mesin irigasi tetes. Pihak Agrindo masih berupaya sosialisasi ke warga terkait manfaat irigasi tetes di lahan tandus tersebut.

Supervisor Pertanian PT Agrindo Karya Persada, Fajar, mengatakan memasuki musim hujan masih banyak masyarakat untuk menolak menjadi mitra dengan alasan penghematan.

“Lebih banyak masyarakat yang menolak menjadi mitra karena memang mendekati hujan,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahan irigasi tetes berasal dari Timur Tengah. Menggunakan emiter untuk mengatur tetesan air.

Setiap hari, lahan akan dialiri irigasi tetes selama dua jam, dengan jumlah air 1,5 liter.

“Kita siram selama dua jam setiap satu area. Itu setiap hari hingga musim panen tiba,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dahulu lahan tersebut merupakan lahan tidak produktif, karena panas. Masyarakat juga hanya dapat panen jagung satu kali dalam setahun. Setelah program irigasi tetes, maka masyarakat dapat panen tiga kali dalam setahun

“Ini (irigasi tetes) sangat berfungsi melihat dengan pertumbuhan jagung kita,” ujarnya.

Fajar juga mengeluhkan dengan kelangkaan solar di depo. Dia meminta Distanbun dan Pertamina dapat bersinergi untuk memenuhi solar sebagai kebutuhan mesin irigasi tetes.

“Solar menjadi tantangan. Kami membutuhkan 100 liter solar dalam tiga hari,” ujarnya.

Operator Mesin PT Agrindo, Ahmad Yani, juga membantah bahwa alat irigasi tetes tidak berfungsi. Justru setiap harinya terus difungsikan untuk pengairan. Manfaat Irigasi Tetes, Lahan Non Produktif Berhasil Produksi Jagung 

READ  Perjuangan Janda Anak Tiga, Jual Sabu untuk Nafkahi Anaknya

 

“Mesin berfungsi semua. Jadi semua mengaliri air ke masing-masing pintu air,” katanya.

Penyuluh Pertanian Desa Akar-Akar, Baharudin, mengatakan di musim kemarau irigasi tetes sangat dibutuhkan untuk meminimalkan biaya operasional.

“Alhamdulillah sangat membantu irigasi tetes ini saat musim kemarau. Sangat diperlukan untuk meminimalisir biaya operasional. Kalau ini tetap dimanfaatkan maka insyaallah petani kita berhasil,” ujarnya.

Dia mengatakan, lahan tersebut dulunya tidak digunakan untuk produksi pertanian. Itu karena kondisi kering di wilayah tersebut.

“Sebelum lahan ini menjadi tidak produktif. Jadi irigasi tetes diharapkan meningkatkan indeks penanaman dari 1 kali pertahun menjadi 3 kali,” ujarnya (Red)

 

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral