Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600
Daerah  

Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat Tegaskan Pengelolaan Pura Lingsar

Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat Tegaskan Pengelolaan Pura Lingsar
Ketua Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat saat Pesamuhan Agung di Pura Lingsar
Sabolah

Lombok Fokus | Lombok Barat – Pasca pengurus dinyatakan demisioner, pengelolaan Pura Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berpolemik dan tarik ulur kepentingan terkait aset. Fakta terkini, pengelolaan pura peninggalan Raja Dewata Agung tersebut diambil alih Puri Agung Cakranegara. Hal itu diperkuat saat Pesamuhan Agung (rapat agung) Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat, Sabtu (15/1/2022) sore, di Gedong Pesamuhan Agung Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Penglingsir Hindu Dharma NTB Anak Agung Biarsah diwakili putranya Anak Agung Made Briang Wangsa, S.H., menegaskan bahwa pengelolaan aset Pura Lingsar oleh pengurus demisioner, tidak sesuai dengan yang semestinya dan atau melanggar hukum sehingga perlu ditertibkan.

BANK NTB Syariah

“Puri bukan ingin menguasai Pura, tapi Puri ingin menertibkan. Jadi, beda antara menguasai atau menghaki dengan menertibkan, menertibkan itu menata yang tidak tertata dan menertibkan yang tidak tertib,” tegasnya.

Putra pemilik nama lengkap Anak Agung Biarsah Haruju Amla Nagantun yang merupakan keturunan Raja Dewata Agung itu, mengungkapkan bahwa kalau merunut sejarah keberadaan Pura Lingsar yang juga dikenal dengan Pura Khayangan, adalah peninggalan Raja Dewata Agung di Pulau Lombok.

“Artinya, kalau melihat sejarah, kami, Puri yang paling menghaki (berhak, red) atas Pura Lingsar ini, tapi kita sekarang kita hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, sebagai warga negara yang baik kami taat pada hukum negara. Kasus ini kami sudah laporkan ke Polda NTB,” kata Anak Agung Made.

Sementara Ketua Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat I Gede Gunawan Wibisana, S.H., M.Hum, menjelaskan bahwa keberadaan Majelis Agung merupakan keinginan murni dari masyarakat Hindu di Pulau Lombok, untuk menyelamatkan aset-aset Pura yang ada di Pulau Lombok.

READ  893 Lulusan PPG Unram Dikukuhkan jadi Guru Profesional

“Titik beratnya yaitu menetapkan dan menertibkan semua aset-aset untuk kepentingan umat Hindu. Itulah kemudian sehingga masyarakat paruman, memberi ruang sepenuhnya kepada Puri Pamotan Cakranegara untuk menertibkan aset-aset peninggalan Raja Dewata,” ungkapnya.

Gede Gunawan yang juga Ketua Forum Purna Adhyaksa itu mengatakan, kepercayaan penuh yang diberikan kepada Puri Pamotan Cakranegara atas pengelolaan Pura Lingsar, dimaksudkan untuk mengorganisir dan menata seluruh aset, dimana Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat merupakan majelis yang didedikasikan untuk melakukan investigas.

“Jadi suara miring yang beredar bahwa Puri ingin menguasai, itu sama sekali tidak benar. Anak Agung oleh masyarakat paruman diserahkan untuk memanaj bukan untuk menguasai. Memanaj dan menguasai atau memiliki beda. Penglingsir Anak Agung Biarsah didelegasikan secara penuh dan akan mengelola dengan profesional,” tandas Gunawan.

Menurut Ketua Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat, setelah dilakukan investigasi (penelitian dan penelusuran secara mendalam) terhadap pengelolaan Pura Lingsar, sejak periode kepengurusan 2008-2011 hingga pasca kepengurusan demisioner, didapatkan data dan atau informasi bahwa dikelola dengan tidak semestinya, bahkan terindikasi adanya tindak melanggar hukum.

“Ini sudah dilakukan bertahun-tahun apa yang terjadi di sini (Pura Lingsar, red). Setelah saya cek, dari tahun ke tahun dari periode kepengurusan masa bakti 2008-2011 dan seterusnya sampai dengan saat ini, setelah dievaluasi secara profesional menghasilkan sangat-sangat mengiris hati. Bahkan ada aset Pura yang sudah dikuasai dan sudah disertifikatkan,” tuturnya.

“Itulah sebabnya kami satu komitmen, masalah ini akan diselesaikan melalui meja hijau (pengadilan, red) dan sudah kita laporkan ke Polda NTB,” imbuhnya.

Dari pantauan media, para perwakilan organisasi umat Hindu Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang hadir dalam Pesamuhan Agung, satu persatu menyatakan sepakat terhadap keputusan yang telah diambil.

READ  PLT Dirut RSUD Soedjono, Ini Kata Aktivis

Tampak hadir dalam Pesamuhan Agung, Majelis Agung Windu Sesukertaning Jagat di Pura Lingsar tersebut, Anak Agung Made Jelantik ABW., S.H., Anak Agung Ketut Agung Oke Kerta Wirya, S.T., perwakilan Dinas Pariwisata Lombok Barat, unsur ormas Hindu Kota Mataram dan Lombok Barat, Pengurus Parisade dan Pemangku Pura Lingsar, dan tokoh masyarakat Lingsar. (red)

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification