LOMBOK TENGAH | LOMBOK FOKUS – Sebanyak 144 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lombok Tengah mengikuti Lomba Cipta Menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tersebut menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas penyajian makanan dalam program MBG, sekaligus mengasah kreativitas SPPG dalam menghadirkan menu yang sehat, bergizi, aman, dan menarik bagi penerima manfaat.
Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menyambut baik pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh SPPG untuk menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan program MBG tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang didistribusikan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas menu, kandungan gizi, serta keamanan pangan.
“Kami selaku Satgas MBG di Lombok Tengah mendukung penuh program strategis nasional ini. Kami juga tidak memungkiri adanya kritik dari kelompok masyarakat terkait menu maupun musibah keracunan yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Firman.
Menurutnya, berbagai kritik dan persoalan yang muncul selama pelaksanaan program MBG harus menjadi bahan evaluasi bersama. Karena itu, seluruh SPPG diminta menjadikan kualitas makanan sebagai prioritas utama.
“Kami tidak ingin menu MBG ini terdegradasi. Karena itu, seluruh SPPG di Lombok Tengah harus menyiapkan menu yang berkualitas, sehat, aman, dan terpercaya,” tegasnya.
Firman berharap, melalui Lomba Cipta Menu MBG ini, setiap SPPG semakin terpacu untuk berinovasi dalam menyusun menu makanan yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, penilaian lomba melibatkan berbagai unsur, termasuk komponen penerima manfaat. Aspek yang dinilai mencakup kreativitas penyajian, keseimbangan gizi, hingga keamanan pangan.
Untuk memastikan aspek keamanan makanan, kegiatan tersebut turut melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) NTB. Sementara penilaian terkait keseimbangan dan pemenuhan kebutuhan gizi dilakukan oleh dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang gizi.
Dengan melibatkan 144 SPPG, lomba ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya standar penyajian menu MBG yang semakin berkualitas di Lombok Tengah.
Satgas MBG pun menekankan agar semangat berinovasi dalam lomba tersebut terus diterapkan dalam pelayanan sehari-hari, sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat benar-benar mendapatkan makanan yang sehat, bergizi, dan aman dikonsumsi.















