Verification: 27a3a887773ff714

Ketua LSM NTB Corruption Watch Diancam, Resmi Laporke Polres Lobar

  • Bagikan
Ketua LSM NCW (NTB Corruption Watch) Pathurrahman resmi melaporkan inisial H.MLS di Polres Lombok Barat

Lombok Barat, Lombok Fokus – Ketua LSM NCW (NTB Corruption Watch) Pathurrahman resmi melaporkan inisial H.MLS Dkk, laki laki warga Dusun Pelulan Desa Kuripan Utara Kec. Kuripan Kab. Lombok Barat (Lobar) ke Polres Lombok Barat atas dugaan Perkara Pengancaman. Hal itu disampaikan seusai membuat laporan di SPKT Polres Lombok Barat (19-7-2021).

Lodt sapaan akrab Pathurrahman dalam laporan polisinya membeberkan bahwa pada hari Senin 19 Juli 2021 sekitar pukul 02.30 telah terjadi dugaan tindak pidana pengancaman terhadap dirinya. Ujarnya

Berawal, Terlapor bersama 4 orang rekannya datang kerumah pelapor (lodt) dengan cara meloncat pagar rumah pelapor, Kemudian ia menggedor gedor pintu rumah pelapor. Selanjutnya Lodt keluar rumah dan menemui Terlapor Dkk.

Pada kesempatan itu pula inisial MLK menarik tangan Pelapor (lodt) dan mengajak keluar dari rumah sambil mengatakan untuk melawannya dan melaporkan sampai ke Mabes.

” Ayo lawan saya (MLK), laporkan saya ke Mabes, jangan Lapor ke Polres atau Kapolsek, saya tidak takut sama Polisi” cerita pelapor bentaknya.

Selanjutnya inisial MLK membuka tas yang diselempangkan di badannya yang hendak mengambil suatu barang, namun begitu istri pelapor (lotd) mendengar suara keributan dan keluar rumah untuk merekam peristiwa kejadian itu.

Terduga pelaku yang berjumlah empat orang itu langsung meninggalkan rumah pelapor (Lodt). Dan sebelumnya pada hari Jumat 15-Juli 2021 sekitar pukul 02.00 Wita MLK sempat mendatangi rumah pelapor (Lodt) dalam keadaan mabok.

Atas kejadian tersebut Pathurrahman beserta keluarganya merasa terancam dan keberatan dan melaporkan ke Polres Lobar untuk di proses sesuai hukum yang berlaku di RI.

Lodt juga mengatakan ia mungkin ada bukti-bukti dugaan kecurangan saat pilkades kemarin

READ  Forum Kades Sekotong-Lembar Akan Kerjasama dengan Perguruan Tinggi

“di teror karena memiliki alat alat bukti, bukti video dan rekaman dugaan money politik serta dugaan adanya pelanggaran dalam Pilkades yang dilakukan oleh calon kepala desa terpilih” Bebernya. (Is/LF)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
%d blogger menyukai ini: