Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600
IKLAN PANJANG

Kemenaker RI Uji Coba Efektifitas Pengawasan Ketenagakerjaan di NTB

Kemenaker RI Uji Coba Efektifitas Pengawasan Ketenagakerjaan di NTB
Foto bersama usai uji coba dan evaluasi pengawasan ketenagakerjaan
Sabolah

Lombok Fokus | Mataram – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia atau Kemenker RI, melalui Direktorat Jenderal Pembinaan, Pengawasan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Dijen Binwasnaker & K3), Kamis (24/3/2022), menggelar uji coba indeks efektivitas tata cara dan prosedur pengawasan bagi pengawas ketenagakerjaan, di Hotel Aston Inn Kota Mataran, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Koordinator Pembinaan Sistem dan Prosedur Pengawasan Ketenagakerjaan Tunjung Rijanto mengungkapkan, pemerintah khususnya Kemenaker RI saat ini tengah melakukan dan atau mendorong sembilan lompatan, yang salah satunya adalah reformasi pengawasan ketenagakerjaan.

BANK NTB Syariah

“Ini dimaksudkan untuk memberi bekal kepada pengawas dalam melakukan reformasi pengawasan, karena selama ini belum pernah diadakan evaluasi unit pengawasan,” ungkapnya.

Dikatakan, Kemenaker RI melalui Ditjen Binwasnaker juga ingin mengetahui sejauhmana efektivitas tata cara dan prosedur pengawasan ketenagakerjaan, terhadap perusahaan dan atau unit-unit yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya.

“Bagaimana menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka, karena memang itu nanti hasilnya akan menjadi bahan kebijakan, khususnya di kementerian untuk mengambil langkah-langkah strategis, kaitannya dengan pengembangan dari pengawasan di seluruh Indonesia,” jelasnya.

“Kegiatan kali ini juga melakukan uji coba dulu, karena hal baru bagi kita,” imbuhnya.

Dijelaskan, dalam kesempatan uji coba tersebut para pengawas ketenagakerjaan juga dilakukan evaluasi terkait efektivitas fungsi pelayanan dan pemeriksaan, lebih-lebih saat ini sedang digalakkan penerapan digitalisasi.

“Nah, dibutuhkan efektivitas dalam menjalankan pelayanan, termasuk di dalamnya tata cara pengawasan ketenagakerjaan. Ini perlu dievaluasi tingkat efektivitasnya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, melalui Fungsi Pengawas Ketenagakerjaan I Made Sulendra Putra, S.H., kepada awak media di sela pelaksanaan uji coba dan evaluasi pengawasan, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi Ditjen Binwasnaker Kemenaker RI tersebut.

READ  Maudy Ayunda Lulus S2 Standford University, Cek Kecantikannya Pakai Kebaya Merah Saat Wisuda

“Sebagai Fungsi Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi NTB, saya sangat apresiasi dengan terselenggarakannya kegiatan tatap muka yang diprakarsai oleh kementerian,” ucapnya.

Menurut Sulendra, pelaksanaan uji coba dan evaluasi kerja terkait data-data kepengawasan dan obyek pengawasan sangat diperlukan, mengingat obyek pengawasan di Provinsi NTB terdiri dari dua obyek yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah, red) Pengawasan di NTB dibagi menjadi dua, yakni UPTD Pulau Lombok dan UPTD Pulau Sumbawa. Kalau kita lihat dari jumlah obyek yang diawasi dan jumlah tenaga kerja, jumlah pengawas yang ada saat ini masih sangat kurang,” jelasnya.

“Di Pulau Lombok saja berjumlah sekitar 6000 sekian perusahaan, kita pengawas hanya delapan orang di Pulau Lombok, sangat kurang sekali secara jumlah untuk mengawasi baik itu norma kerja dan norma K3,” tutupnya.

Karena itu, dengan adanya uji coba sebagai ajang evaluasi kinerja tersebut, pihaknya berharap nantinya akan ada kebijakan dan angin segar dari Kemenaker RI terhadap Fungsi Pengawasan Ketenagakerjaan. (red)

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification