Scroll untuk baca artikel

Kasta NTB Gelar Halal Bihalal dan Bakti Sosial Meriah

×

Kasta NTB Gelar Halal Bihalal dan Bakti Sosial Meriah

Share this article

Lombok Tengah – Suasana keakraban dan kepedulian sosial mewarnai acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Kajian dan Advokasi Sosial Serta Transparansi Anggaran Nusa Tenggara Barat (Kasta NTB) pada hari Selasa, 15 April 2025, yang bertepatan dengan 15 Syawal 1446 Hijriah. Bertempat di markas besar Kasta NTB yang berlokasi di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota Kasta NTB dari berbagai penjuru Pulau Lombok.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan pengurus Kasta NTB dari lima kepengurusan tingkat kabupaten/kota yang meliputi Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Kota Mataram, dan tentunya tuan rumah, Lombok Tengah. Kehadiran mereka menunjukkan soliditas dan komitmen organisasi dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.

IKLAN
Example 120x600
  • Lebih istimewa lagi, acara halal bihalal ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di NTB. Mantan Gubernur NTB periode 2019-2024, DR. H. Zulkieflimansyah, hadir memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Kasta NTB. Kehadiran beliau menambah bobot acara dan menunjukkan perhatiannya terhadap aspirasi masyarakat.

Tak hanya itu, sejumlah ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan organisasi masyarakat (ormas) lainnya di NTB juga tampak hadir sebagai undangan, menunjukkan sinergi dan kolaborasi antar berbagai elemen masyarakat sipil di daerah ini. Perwakilan guru honorer dari Lombok Tengah pun turut berpartisipasi, menambah keberagaman peserta dan mencerminkan perhatian Kasta NTB terhadap isu-isu pendidikan dan kesejahteraan para pendidik.

Acara halal bihalal kali ini tidak hanya diisi dengan kegiatan saling bermaafan dan ramah tamah, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi nyata kepedulian sosial melalui kegiatan bakti sosial. Kasta NTB bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah melalui sinergi dengan Puskesmas Ganti dan Puskesmas Mujur di Kecamatan Praya Timur untuk menyelenggarakan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga miskin di sekitar lokasi acara. Layanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan umum, konsultasi kesehatan, hingga pemberian obat-obatan dasar secara cuma-cuma. Antusiasme warga terlihat jelas dengan banyaknya yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan akses layanan kesehatan.

Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris, dalam pidatonya menyampaikan bahwa tradisi halal bihalal memiliki nilai luhur dalam menjaga keharmonisan sosial. “Halal bihalal adalah momentum yang sangat baik setelah sebulan penuh kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Ini adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan, melupakan segala khilaf dan salah, serta mempererat kembali ikatan persaudaraan yang mungkin sempat renggang,” ujarnya dengan penuh harap. Ia menekankan bahwa esensi persaudaraan yang sejati tidak boleh hanya didasarkan pada keuntungan materi atau kekuasaan semata. “Jangan sampai kita hanya merasa dekat dan bersaudara dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan, kewenangan, atau kekayaan. Persaudaraan yang hakiki harus melampaui sekat-sekat kepentingan duniawi yang sempit,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lalu Wink memberikan penekanan khusus kepada para pemimpin di Nusa Tenggara Barat. Ia menyerukan agar para pemangku kebijakan memiliki budaya untuk tidak malu mengakui kesalahan dan meminta maaf jika terdapat kebijakan yang dirasakan tidak berpihak kepada rakyat. “Pemimpin harus senantiasa membuka diri untuk mendengar keluh kesah masyarakat. Jangan sampai kebijakan yang diambil hanya mempertimbangkan kepentingan kekuasaan semata, apalagi sampai menyakiti dan menyengsarakan rakyat. Keberanian untuk melakukan terobosan dan merevisi aturan-aturan yang memberatkan rakyat adalah sebuah keniscayaan,” tandasnya dengan nada serius.

Lalu Wink juga menyinggung dampak ibadah puasa Ramadan bagi para pemimpin. Menurutnya, ibadah puasa seharusnya mampu menumbuhkan kepekaan sosial yang tinggi, sehingga dalam setiap pengambilan keputusan dan implementasi aturan, suara dan keluhan rakyat selalu menjadi pertimbangan utama. “Jangan sampai, baru saja usai Ramadan yang seharusnya melatih empati, kita justru disuguhkan dengan kebijakan-kebijakan yang menimbulkan kegaduhan dan tidak pro rakyat. Contohnya, kebijakan terkait penarikan paksa kendaraan warga yang kesulitan membayar pajak. Ini adalah hal yang sangat disayangkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasta NTB menyampaikan sejumlah harapan konkret kepada pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi NTB. Beberapa poin harapan yang disampaikan antara lain:

* Penghapusan atau Revisi Pergub Nomor 32 Tahun 2024: Kasta NTB mendesak pemerintah untuk meninjau kembali dan jika perlu menghapus atau merevisi Peraturan Gubernur Nomor 32 Tahun 2024 yang dinilai memberatkan masyarakat. Mereka berharap ada regulasi yang lebih berpihak pada kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

* Pemberian Tax Amnesty: Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan ekonomi, Kasta NTB mengusulkan adanya program pengampunan pajak tertunggak (tax amnesty) bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu membayar kewajibannya. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.

* Stabilisasi Harga Bahan Pokok: Kasta NTB menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menjamin ketersediaannya di pasaran. Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat, terutama kalangan ekonomi lemah.

* Prioritas Rehabilitasi Infrastruktur: Kasta NTB mendesak pemerintah untuk lebih memprioritaskan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, dan sumber-sumber mata air. Mereka menilai bahwa infrastruktur yang baik adalah fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pertanian. Mereka memberikan contoh konkret pentingnya perbaikan saluran irigasi untuk memastikan ketersediaan air bagi petani sehingga dapat meningkatkan hasil panen.

* Dukungan Sektor Pertanian dan Perikanan: Kasta NTB meminta pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian dan perikanan melalui penyediaan pupuk subsidi yang tepat sasaran, obat-obatan pertanian dan perikanan yang terjangkau, serta sarana prasarana yang memadai. Mereka juga menyoroti pentingnya pendampingan dan pelatihan bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen serta tangkapan ikan.

* Realisasi Janji Kampanye: Kasta NTB mengingatkan pemerintah terkait janji kampanye untuk memberikan bantuan dana sebesar 300 juta rupiah per desa. Mereka berharap program ini dapat segera direalisasikan secara transparan dan akuntabel untuk mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

* Pengembangan UMKM Lokal: Kasta NTB mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan aktif dalam pengembangan produksi dan promosi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari desa-desa di NTB. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Mereka mencontohkan pentingnya bantuan dalam hal pengemasan, pemasaran digital, dan akses permodalan bagi UMKM.

* Jaminan Harga Produk Petani dan Nelayan: Kasta NTB menekankan pentingnya pemerintah untuk menjamin pembelian harga produk pertanian dan perikanan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. Langkah ini bertujuan untuk melindungi petani dan nelayan dari praktik tengkulak yang merugikan dan memberikan kepastian pendapatan bagi mereka.

“Jika hal-hal esensial ini dapat diwujudkan oleh pemerintah, kami di Kasta NTB sangat berharap Nusa Tenggara Barat dapat mencapai kemakmuran yang berkelanjutan dan dikenal di kancah nasional maupun internasional,” pungkas Lalu Wink dengan optimisme. Acara halal bihalal dan bakti sosial ini menjadi bukti nyata komitmen Kasta NTB dalam menjalin silaturahmi, menyuarakan aspirasi masyarakat, dan berkontribusi positif bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat.

Example 120x600
Example 120x600