Scroll untuk baca artikel

Jembatan di Bangket Parak Kecamatan Pujut Ambruk, Ketua JATI NTB : Bukti Buruknya Pengawasan Pemda

×

Jembatan di Bangket Parak Kecamatan Pujut Ambruk, Ketua JATI NTB : Bukti Buruknya Pengawasan Pemda

Share this article
Foto : Tangkapan layar video jembatan di bangket parak kecamatan Pujut kabupaten lombok tengah yang ambruk di terjang air hujan.

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Jembatan yang tengah dibangun di Bangket Parak, Kecamatan Pujut, ambruk setelah diterjang hujan deras. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Advokasi dan Tindak Pidana Korupsi Nusa Tenggara Barat (JATI NTB), Husein, mengkritik keras pemerintah daerah dan Dinas PUPR terkait insiden ini. Menurutnya, proyek dengan anggaran Rp7 miliar tersebut seharusnya dikerjakan dengan lebih kokoh dan sesuai standar.

 

IKLAN
Example 120x600

“Ini preseden buruk bagi Pemda Lombok Tengah. Anggaran sebesar itu, kok hasilnya sudah ambruk? Kepala dinas harus bertanggung jawab. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap proyek,” tegas Husein, Senin (9/12).

 

Husein juga menyoroti kinerja perusahaan pelaksana proyek, CV. Menara Putra Utama, yang disebutnya memiliki rekam jejak buruk dalam pengerjaan proyek di daerah lain.

 

“Kami menduga seluruh titik proyek yang dikerjakan oleh CV. Menara Putra Utama bermasalah. Contohnya di Kabupaten Bogor, revitalisasi ruang kelas SMPN 2 Cibinong senilai Rp2.778.130.000,00 diduga mangkrak. Hal seperti ini tidak boleh terulang di Lombok Tengah,” tegasnya.

 

Selain itu, Husein juga menyoroti sumber pendanaan proyek jembatan ini yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Lombok Tengah tahun 2024. Menurutnya, pengelolaan dana tersebut harus lebih transparan dan akuntabel karena menyangkut uang rakyat.

 

“Kami mendesak Inspektorat untuk segera melakukan audit terkait proyek ini. Dana yang berasal dari DAU APBD tidak boleh disalahgunakan. Pengawasan harus lebih ketat agar tidak ada penyimpangan,” tambahnya.

 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Tengah L rahadian mengarahkan agar penjelasan teknis lebih lanjut disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga.

 

“Silakan langsung ke Kabidnya untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci dan teknis,” ujarnya singkat.

 

 

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lombok Tengah, Masardi Zulkarnain, memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Menurutnya, faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kerusakan pada jembatan tersebut.

 

“Jumat lalu terjadi hujan lebat di seluruh Lombok, termasuk di lokasi proyek. Luapan air dari hulu membawa kayu dan sampah yang menghantam perancah, menyebabkan kemiringan. Selain itu, longsor di sisi abutmen terjadi akibat beban crane seberat 25 ton yang terpusat di belakang abutmen, ditambah curah hujan tinggi,” jelasnya.

 

Masardi juga menegaskan bahwa pengerjaan talud sebelumnya dilakukan oleh pihak ketiga pada tahun 2023. Sedangkan proyek jembatan saat ini dikerjakan oleh perusahaan CV. Menara Putra Utama.

 

“Proyek ini mulai dikerjakan pada 14 Mei 2024 dan insyaallah selesai pada 31 Desember 2024,” tutupnya.

 

 

Example 120x600
Example 120x600