Lombok Fokus | Mataram – Sebanyak 1.287 lulusan program doktoral, magister, sarjana, dan program diploma Universitas Mataram atau Ukembali diwisuda. Wisuda yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) itu, merupakan wisuda periode III tahun 2021.
Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni., SH., M.Hum., dalam sambutannya, Selasa (12/10/2021), menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan keluarga wisudawan-wisudawati, yang tidak dapat mendampingi putra-putrinya secara langsung di hari yang sangat berbahagia.
“Kami berharap para orang tua dan keluarga wisudawan-wisudawati dapat memahami kondisi ini,” kata Prof. Husni.
Terkait wisuda periode ketiga juga dilaksanakan secara luring di Aula Abubakar, Prof. Husni mengatakan bahwa pertimbangannya karena kondisi pandemi yang berangsur membaik, merujuk Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).
“Termasuk arahan dari Satgas Covid-19 bahwa kegiatan tatap muka harus tetap dilakukan secara terbatas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tandasnya.
Lebih lanjut Prof. Husni menjelaskan, beberapa tahun terakhir laju perubahan terjadi sangat cepat, dimana dunia digital membuat orang lebih terhubung dan lebih terbuka.
“Pemicunya adalah perkembangan teknologi dan populasi manusia,” jelasnya.
Menurut Prof. Husni, setiap tahun populasi meningkat tajam dan perubahan teknologi yang cepat, telah mengubah berbagai aspek kehidupan hampir di semua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan.
“Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi harus lebih peka terhadap perubahan dan harus mampu memahami serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman menuju arah digitalisasi,” pesannya.
Disampaikan, dalam upaya mempersiapkan lulusan Unram yang mampu bersaing di era disrupsi, Unram telah membentuk Inkubator Bisnis dan Inovasi (Kubinov) sebagai wadah mencetak startup-startup, yang mampu bersaing di pasar global dan hilirisasi hasil inovasi dosen dan mahasiswa Unram.
Selain itu, program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang telah dicanangkan Kemendikbudristek, telah berhasil dilaksanakan dengan mengeluarkan beberapa Peraturan Rektor dan Keputusan Rektor tentang pelaksanaan MBKM.
Rektor Unram kesembilan itu menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir. Namun sebaliknya, wisuda merupakan langkah awal untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatkan di kampus.
“Gunakanlah ilmu Saudara untuk membantu masyarakat, dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin kompleks ke depan atau era disrupsi,” ujarnya.
Disebutkan, lulusan perguruan tinggi jangan hanya menjadi pencari lapangan kerja (job seeker), namun juga harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).” ucapnya.
“Lebih-lebih di era milenial ini peluang menciptakan kerja sangat banyak, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital dengan ide-ide kreatif dan inovatif,” katanya.
Pada kesempatan tersebut Rektor Unram juga berpesan, agar menjaga nama baik almamater dimana pun berada dan bertugas. Sebagai alumni Unram, kata Prof. Husni, harus menjadi agen perubahan atau agent of change bangsa dengan bekerja keras, kreatif, inovatif, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan berdisiplin tinggi.
“Paling tidak, ada tiga motivasi yang harus dimiliki, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0 yakni Strong need for achievement, dorongan atau tekad untuk sukses dan tidak mudah menyerah dan mengalah,” tuturnya.
“Learning spirit atau semangat untuk terus belajar dan Spritual Intelligence, yakni kecerdasan rohani yang menuntun seseorang berbudi pekerti yang luhur dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (red)


