Pimpinan Yayasan Nurul Hakim Kediri, TGH. Muharrar Mahfudz mengungkapkan bahwa halal bihalal bukan hanya tentang bertatp muka tapi momentum untuk salingmaaf-memafkan.
“ada hal penting yang saya ingin sampaikan terkait dengan halal bihalal halal bihalal sebuah peristiwa tradisi budaya yang ilhami oleh pemikiran pemikiran keagamaan sehingga boleh dikatakan halal bihalal adalah budaya Sasak budaya kita bangsa Indonesia yang lahir dari pemikiran pemikiran yang kuat terutama pertama halalbihalal terkait dengan upaya kita saling maaf-memaafkan merasa insya Allah terima puasa kita menerima semua doa kita istigfar kita,” ungkap beliau.
“Dosa yang sudah banyak dia berbuat seperti yang baru dilahirkan mudah-mudahan kita semua seperti anak yang baru dilahirkan oleh ibu kita sehingga kita ada dosa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang memiliki makna kasih sayang kita bersama bapak bapak bapak insya Allah punya semangat untuk menghadiri acara-acara seperti ini sebab sangat sangat penting dari kalangan kasih sayang dengan kita sebagai rakyat,” terangnya kepada semua tamu dan santri.


