Scroll untuk baca artikel

Hadiri Diskusi, ITDC Dorong Pemuda Ciptakan Desa Mandiri

×

Hadiri Diskusi, ITDC Dorong Pemuda Ciptakan Desa Mandiri

Share this article

Ikuti Kami di Google News

Dapatkan berita terbaru, tercepat, dan terpercaya dari Lombok Fokus langsung melalui Google News.

Baca di Google News


LOMBOK FOKUS
| Pemerintah Desa bersama Karang Taruna menggelar diskusi dengan tema “Refleksi Awal Tahun Desa Penujak Di Tengah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika”, bersama perwakilan ITDC, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah dan Stafsus Gubernur Astar Hadi, Rabu (17/02/2021). 

ITDC yang diwakili oleh Head Operations, I Made Pari Wijaya memberikan apresiasi terhadap generasi muda melalui Karang Taruna Fajar Menyingsing Desa Penujak. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi generasi muda dalam menyiapkan diri menjadi Desa Mandiri.
“Karena kedepannya Desa mandiri ini lah yang patut menjadi contoh. Karena apa, hiruk pikuk persiapan Kawasan Ekonomi Khusus, mereka sudah mempersiapkan diri juga menjadi tuan rumah yang baik, hal yang ini kita dukung, dan kita sinergikan kedepan,” tutur Pari Wijaya.
Pari Wijaya juga menekankan adanya perbedaan produk wisata antar Desa, agar nantik kedepannya akan tercipta produk baru wisata di Pulau Lombok. 
“Kami tadi memberikan masukan agar mampu mampu menciptakan suatu produk wisata, yang menjadi daya tarik pariwisata baru di Pulau Lombok ini. Sehingga muncul differensiasi antar Desa Penujak dan Desa sekitarnya. Sehingga ada keinginan wisatawan berekreasi, berbelanja, maupun melakukan aktivitas disini,” jelasnya. 
Untuk menciptakan Diferensiasi produk wisata, setiap desa harus terlibat serta dalam menentukan produk unggulan.
“Kami tadi menyarankan, mulailah dari lebih banyak lagi Focus on Group Discussion (FGD). Apa yang menjadi kelemahan dan keunggulan dari masing-masing desa,” ujarnya. 
ITDC sebagai perusahaan BUMN siap mendukung segala kebutuhan bagi pengembangan desa di kawasan penyangga KEK Mandalika.
“Dan ITDC sebagai agent development masih on the track,” lanjutnya. 
Pada kesempatan yang sama, Stafsus Gubernur Astar Hadi, menyampaikan konsep industrialisasi dari Gubernur NTB. Dia mengatakan bahwa Gerabah Desa Penujak perlu diberikan sentuhan Industrialisasi agar bisa menaikan nilai tambah produk. 
Senada dengan Pari Wijaya, produk desain Gerabah, menurut Astar perlu diubah lebih kecil, agar dapat dibawa lebih praktis dan tidak memakan tempat. Begitu juga dengan produk makanan semestinya bisa dibuat tidak terlalu besar. Sehingga bisa dimakan dengan sekali lahap.
“Kebiasaan kita, membuat makanan untuk tamu biasanya disajikam dengan bentuk besar dan banyak. Padahal tamu belum tentu makan semuanya, terkadang mereka makan sedikit saja. Oleh karenanya, bagi para ibu-ibu yang berjualan tamu ke tamu luar, saya sarankan agar membuat dan menyajikan makanan lebih kecil dan sederhana saja,” ucap Astar. 
Sebagai perwakilan Gubernur NTB, Astar mengingikan adanya sinergi antara Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota, dalam rangka menyukseskan industrialisasi di NTB. Begitu juga dengan menyambut ajang MotoGP nanti.
“Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota perlu ikut menyukseskan program industrialisasi Provinsi NTB, agar terjalin sinergitas yang baik,” ucapnya. 
Sementara itu, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, mendorong setiap Desa agar mencantumkan visi dan misi pariwisata dalam kebijakan desa. Dan juga desa sekarang dapat menganggarkan pengembangan desa wisata lewat Dana Desa.
Dari pihak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, akan memaksimalkan Perbup, agar instansi pemerintah menggunakan produk lokal di setiap kantor instansi pemerintah. 
Selain itu, sebagai tuan rumah acara, Ketua Karang Taruna Fajar Menyingsing Desa Penujak Lalu Gusman Suryadi Wangsa, mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran ITDC, Stafsus Gubernur, dan Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Kabupaten Lombok Tengah. 
“Kami dari Karang Taruna, memberikan apresiasi setinggi-tingginya, kepada semua narasumber yang berkesempatan hadir. Hal ini memacu semangat kami, agar terus berkarya mengembangkan desa kami,” kata Gusman.
Gusman berharap kedepannya pemerintah dan ITDC bisa memberikan kesempatan kepada produk lokal Lombok Tengah bisa masuk ke KEK Mandalika, dan menjadi pasar potensial bagi IKM dan UKM. 
“Semoga dengan keberadaan KEK Mandalika ini, mampu memberikan efek positif bagi perekonomian rakyat, terutama sekali pada sektor IKM dan UKM,” tandasnya. (Red)
www.lombokfokus.com

Example 120x600
Example 120x600