LOMBOK BARAT | Sinergi dalam pemulihan pariwisata, khususnya wisata bahari dan rehabilitasi ekosistem, telah dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengelolaan Laut bekerjasama dengan Bank Indonesia Cabang NTB.
Kerjasama tersebut dalam bentuk Kegiatan Pembangunan Coral Garden yang didanai oleh Program Sosial Bank Indonesi (PSBI) yang di tempatkan di Gili Meno, Salah Satu Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN).
Pembangunannya sendiri dikerjakan oleh Komunitas Penyelam NTB (KAPELA NTB) sebagai komunitas yang peduli terhadap konservasi. Coral Garden yang telah dibangun ini, dilaunching pada tanggal 1 Februari 2020 oleh DIrektur Jasa Kelautan Dr. Miftahul Huda, dengan dihadiri oleh Perwakilan Kepala Cabang Bank Indonesia NTB, Kepala Balai KSDN NTB, Kepala BPSPL Denpasar, Kepala BKIPM NTB, dan Kepala PT. Lombok Samudra Abadi, yang telah mensupport kegiatan ini dengan memberikan 500 buah bibit indukan serta beberapa undangan lainnya.
“PSBI telah membangun kebun karang dengan struktur garuda 1 unit, fishdome 8 unit, dan hexagonal/spider web 100 unit. Selain itu juga dibuat mooring buoy sebanyak 4 unit dengan 20 buah pemberat sebagai penanda lokasi kebun karang, telah menambah atraksi baru di Gili Meno, yang sudah mulai dikunjungi penyelam. ” ujar Huda.
Ia juga berharap agar dengan penambahan atraksi baru, akan memulihkan pariwisata yang sangat lesu pada masa pandemic ini. Dan kegiatan seperti ini akan menjadi contoh ditempat lain, sebagai upaya untuk memulihkan pariwisata dan membangkitkan perekonomian masyarakat, pesisir, khususnya yang bergerak di bidang Pariwisata.
Hal Serupa juga telah dilakukan oleh KKP di Bali sebanyak 5 lokasi ( Nusa Dua, Sanur, Serangan , Pandawa dan Buleleng) sebagai Program Pemulhan Ekonomi Nasional.
Launching “GBI Coral Garden 2020”, mengambil tema Pulihkan Pariwisata dan Rehabilitasi Ekosistem, disambut baik oleh masyarakat Gili Meno, baik itu Kelompok Masyarakat Pengawas ( POKMASWAS) dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), yang memang sangat berharap mendapatkan program untuk rehabilitasi ekosistem yang semakin menurun kondisi terumbu karangnya, sekaligus sebagai atraksi wisata.
Bukan hanya itu saja kondisi abrasi di Gili Meno memang cukup tinggi, sehingga harapan masyarakat program-program seperti ini dapat dilakukan di Desa Gili Indah ini.
“ Guna mendukung pemberdayaan masyarakat, KKP telah memberikan bantuan sarana alat selam berikut taung sebanyak 8 set lengkap dengan tabung pada tahun 2019 kepada KAPELA , dapat untuk memonitoring coral garden bersama-sama PKMASWAS DAN POKDARWIS,” pungkasnya lagi.
Selesai keiatan Launching, KAPELA beserta tamu-undangan lainnya melakukan penyelaman untuk melanjutkan transplatasi karang, yang sebelumnya telah dilakukan penyerahan simbolis kepada KAPELA, POKMASWAS dan POKDARWIS yang nantinya akan dilakukan monitoring secara berkala, sebagai spot selam untuk meramaikan wisata selam yang nantinya akan dinamai spot selam garuda.[Red/Lf/03]
www.lombokfokus.com


