Scroll untuk baca artikel

Dapat Pelecehan Seksual Sejak Kelas 4 Hingga 6 SD, Korban Alami Teruma Berat

×

Dapat Pelecehan Seksual Sejak Kelas 4 Hingga 6 SD, Korban Alami Teruma Berat

Share this article

Lombok Timur Lombokfokus.com – Seorang siswi yang menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sembalun Bumbung Lombok Timur (Lotim), kini sedang mengalami trauma berat akibat perlakukan keji yang ia dapatkan dari gurunya sendiri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membenarkan bahwa status trauma yang sedang di alami oleh anak yang menjadi korban kekerasan seksual tersebut dalam kondisi trauma berat.

IKLAN
Example 120x600

“Kami dari PPA DP3AKB sudah beberapa kali melakukan kunjungan dan monitoring terhadap kasus yang menimpa anak kita itu, dan dari pemeriksaan psikologi yang kami lakukan anak itu masuk pada trauma berat,” jelas Yuliani pada Sabtu, 15 Februari 2025.

“Dan kami berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap kasus ini sampai kasus nantinya masuk ke persidangan,” lanjut Yuli.

“Sampai saat ini, kami di PPA sudah berusaha melakukan pemeriksaan dan pendampingan psikologis, melakukan penjangkauan atau kunjungan rumah, melakukan rehabilitasi sosial bersama teman-teman peksos, melakukan Asaement dan pendampingan terhadap trauma yg di hadapi, dan sudah meberikan bebek ree apa bantuan spesifik yang di butuhkan oleh korban,” terangnya.

Melihat kondisi anak tersebut ujar Yuli, ia tidak ingin pihak keluarga ataupun masyarakat sekitar menyebut-nyebut atau bercerita yang membuat anak itu tambah sedih dan berlarut-larut dalam trauma yang ia dapatkan.

“Kami berharap keluarga dan masyarakat ikut membantu agar apa yang menimpa anak ini tidak di ceritakan ke orang lain agar anak itu bisa tenang,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Ormas Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) Lalu Anugrah Bayu Adi telah meminta sepuluh anggotanya untuk membantu menangani kasus yang menimpa anak tersebut.

“Saya sudah menugaskan sepuluh pengacara ikut terlibat dalam penanganan kasus anak ini dengan harapan pelaku tersebut dapat dihukum dengan hukuman yang maksimal,” jelas Anugrah.

Lanjut Anugrah, ia meminta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim agar bisa memberikan tindakan yang berpihak terhadap korban.

“Kami minta Dikbud tegas terhadap oknum ASN yang menjadi pelaku kejahatan seksual tersebut, agar pelaku di usulkan untuk di copot dari jabatan ASN nya,” lanjut Anugrah.

Sedangkan untuk korban sendiri melalui pihak keluarga, ia menawarkan agar anak itu dipindah ke tempat yang jauh untuk menghindari cerita-cerita yang beredar dari masyarakat, dengan harapan mental anak itu bisa cepat pulih kembali.

“Kami menawarkan agar anak itu kami bawa dan sekolahkan di salah satu Ponpes di Sakra, agar anak itu tenang dan bisa belajar di tempat yang baru,” tutupnya.

Example 120x600
Example 120x600