google-site-verification=mNbK5priajcJNdqSMFETfr0zURnqarSSZmu1zHiHDpU Verification: 27a3a887773ff714

Cerita Penambang Pasir Sungai Di Mataram

  • Bagikan
Photo Penambang Pasir Disungai Kebun Sari Kota Mataram
Kebutuhan manusia pada hakikatnya akan terus bertambah seiring dengan perkembangan zaman. Pada zaman primitif, kebutuhan manusia hanya sebatas pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan. Namun, di jaman modern ini, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah terjadi perubahan di segala aspek kehidupan, termasuk menimbulkan perkembangan pada kebutuhan manusia. 
Dua orang tua itu terlihat sekuat tenaga menarik ban menjaga bak di kepalanya yg berisi pasir. Ban itu merupakan alat untuk mengangkut pasir dari dasar Sungai. Pasir kemudian ditumpuk di dalam atas ban, Setelah cukup banyak, mereka kemudian ke pinggir sungai atau di hantar lansung kepada orang yg sudah memesan pasir tersebut.
Begitulah sekilas aktivitas masyarakat pinggiran kota bekerja sebagai penambang pasir di Sungai kebun bawak yang berada di kawasan Kebun Sari Kota Mataram,Nusa Tenggara Barat (NTB).
Salah seorang warga yang bernama Muji, mengatakan kalau setiap harinya dia mendapatkan uang sekitar Rp50 ribu hingga Rp75 ribu dalam sehari. Namun, ia enggan merinci berapa banyak volume pasir yang diperolehnya. “Ya, kadang Rp50 ribu hingga Rp75 ribu. Kalau air sungai penuh, maka saya kesulitan menambang pasir. Soalnya berbahaya dan terlalu dalam pasirnya,”ungkapnya pekan lalu.
Berdasarkan pemantauan saat ditemui media di dekat kantor kelurahan aktivitas penambangan pasir di kebun bawak masih marak. Bahkan, ada yang cukup dekat dengan Jembatan dasan agung yang berada di mataram. ada beberapa banyak orang terlihat masih beraktivitas di sekitar dekat jembatan tersebut.
www.lombokfokus.com
READ  IPNU-IPPNU Lotim Deklarasi Komisariat di Ponpes Al Islamiah Bebidas
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Berlangganan    Yes No thanks