Example floating
Example floating

Cegah Bayi Lahir Stunting, 7 Juta Tablet Penambah Darah Disediakan Dikes

×

Cegah Bayi Lahir Stunting, 7 Juta Tablet Penambah Darah Disediakan Dikes

Share this article

Lombok Tengah,lombokfokus- Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah menghadiri kegiatan sosialisasi dan penandatangan MOU pemberian tablet penambah darah bagi pelajar SMP se Lombok Tengah.

 

Example 120x600

Penandatangan MOU antara Dinas Kesehatan dan Dikbud Lombok Tengah itu, sebanyak 7 juta tablet penambah darah disediakan untuk mengatasi masalah kesehatan remaja putri.

 

Pada kesempatan itu HM Nursiah mengatakan, kerjasama ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang kuat antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan pendidikan.

“Ini salah satu upaya pemerintah daerah dalam mencegah stunting dalam bentuk pemberian tablet penambah darah” ucapnya.

 

Ditanya terkait persentase kasus stunting di Lombok Tengah dari pengakuannya sudah berada di anggka 11,4 %. Ini artinya Pemkab Lombok Tengah sukses menangani kasus stunting melampaui target nasional 14%.

“Tahun ini kita tergetkan penurunan angka stunting di Kabupaten Lombok Tebgah mencapai satu digit” tutupnya.

 

Lebih lanjut, Penurunan angka stunting masih menjadi salah satu program prioritas Pemerintah daerah karena ini merupakan program nasional dalam wujudkan generasi emas 2045 dan bunus demografi 2030.

 

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr Suardi mengatakan, kegiatan sosialisasi sekaligus penandatangan MOU pemberian tablet penambah darah salah satu upaya dalam mengatasi kasus stunting dimana terbilang masih tinggi di Lombok Tengah.

“Salah satu faktor penyebab stunting yaitu ibu hamil yang mengalami anemia, oleh karena itu sebelum mereka menikah kita berikan edukasi pentingnya pemberian tablet penambah darah” ucapnya.

 

Dijelaskan pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri sejak usia 12 tahun sampai 18 tahun, mulai dari SMP sampai SMA/SMK. Pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri akan yaitu sekali seminggu kecuali saat haid dilakukan setiap hari.

 

“7 juta tablet penambah darah yang kita sediakan dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kita. Dengan harapan nanti tidak ada lagi remaja putri yang mengalami anemia dan mendapatkan prestasi yang bagus” harapnya.

 

Dijelaskan pemberian tablet penambah darah merupakan investasi kesehatan, ibu hamil yang sehat akan melahirkan bai yang sehat dengan tumbuh kembang yang baik.

“Dampak kedepan nanti anak-anak yang dilahirkan sehat mendapatkan pendidikan yang layak, pekerjaan yang layak. Ini salah satu upaya mewujudkan generasi emas 2045. Untuk pendistribusian obat nanti dilakukan sekali sebulan melalui Puskesmas tiap kecamatan” tutupnya.

 

Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah melalui Kabid SMP, Lalu Rupawan Jhoni mengatakan, pemberian tablet penambah darah sudah sejak lama dilakukan oleh Dikes secara mandiri. Namun melalui penandatangan MOU ini pemberian tablet penambah darah bisa merata di sekolah.

“Kita akan saling bahu membahu bersama dinas kesehatan apa yang menjadi program prioritas pemerintah kita akan sukseskan termasul dalam penanganan stunting” ucapnya.

 

Selain masalah stunting, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah juga fokus dalam menangani kasus anak yang masih kerap terjadi yaitu pernikahan dini, karena ini berpengaruhi sekali dalam mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas, SDM yang unggul.

“Dengan adanya MOU antara Dinas kesehatan dan pendidikan kita akan tingkatkan pelayanan dalam pemberian tablet penambah darah sekaligus rutin melakukan edukasi kepada siswa” tutupnya.

 

 

Iklan Ikuti Saluran Lombok Fokus

Ikuti Saluran
Lombok Fokus

Ikuti di WhatsApp
Example 120x600
Example 120x600