Lombok Tengah | Lombok Fokus – Car Free Night (CFN) Praya kembali mencuri perhatian dengan dampak positifnya terhadap ekonomi dan seni lokal. Memasuki tahun ketiga sejak dimulai pada Januari 2023, kegiatan ini kini direncanakan akan digelar sebanyak 12 kali sepanjang tahun 2025.
Kepala Bidang SDM Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Imam Mahardika, mengungkapkan bahwa CFN tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi.
“Car Free Night melibatkan 140 UMKM, dengan total perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah setiap acara. Ini memberikan keuntungan besar, khususnya bagi pelaku UMKM dan seni lokal,” jelasnya Senin, 13 Januari 2025.
Acara ini juga menawarkan berbagai hiburan menarik, mulai dari panggung seni, live musik, hingga pertunjukan seni tradisional khas Lombok seperti Gendang Beleq. Tak hanya itu, wisata kuliner yang disediakan menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Sejak pertama kali digelar, CFN sukses menarik perhatian sekitar 2.000 pengunjung setiap gelarannya.
“Sejak awal, CFN telah menjadi magnet yang luar biasa bagi masyarakat. Kami optimis dengan jadwal 12 kali gelaran di tahun 2025, Praya akan semakin diakui sebagai kota kreatif di Indonesia,” tambahnya.
Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama acara berlangsung.
“Kami berharap masyarakat turut mendukung dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan agar acara tetap nyaman dan tertib,” imbaunya.
Dengan konsep yang mengintegrasikan seni, budaya, dan ekonomi, CFN Praya terus berupaya menjadi ikon kreatif pariwisata Lombok Tengah, sekaligus memperkuat posisi Kota Praya di kancah nasional.


