LombokFokus|Lotara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), telah berhasil membentuk 43 Desa tangguh bencana. Hal tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Sekertaris BPBD Lombok Utara, Nyoman Juliade, Selasa (22/10/2024), mengungkapkan BPBD melalui Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan, telah membentuk 43 desa tangguh bencana dari total 49 desa di Lombok Utara. Pembentukan desa tangguh bencana tersebut, bertujuan untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadi bencana.
“Ada enam desa yang belum, setelah ada pemekaran desa, yang semula 43 menjadi 49 desa,” ungkapnya.
Total 43 tersebut termasuk tiga desa tangguh bencana yang dibentuk pada tahun 2024 ini, di antaranya di Desa Selelos, Gunjan Sari, dan Desa Akar-Akar.
Juliade menjelaskan, pembentukan desa tangguh bencana tersebut sebagai upaya pemerintah, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terlebih dengan adanya ancaman Megatrust 8,9 SR di Indonesia.
“Ada tiga desa yang sudah kita bentuk di tahun ini, hal ini tidak lain untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, dalam menghadapi bencana yang mungkin saja terjadi kapan saja,” jelasnya.
“Maka dari itu, kami dari pemerintah melalui BPBD, memberikan sosialisasi tentang kebencanaan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Salain desa tangguh bencana, BPBD juga menyasar sekolah-sekolah dalam memberikan pemahaman terkait cara evakuasi diri, saat terjadi bencana alam. Sejauh ini BPBD telah menyasar 3 sekolah dan membentuk Sekolah Aman Bencana (SAB).
“SAB kami bentuk di Bayan. Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman agar pada saat terjadi bencana, meraka tahu tata cara menyelamatkan diri dan melakukan evakuasi terhadap para murid,” pungkasnya.(iko)


