Lombok Timur.Lombok Fokus – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim bersama jajaran OPD lingkup Pemda Lombok Timur (Lotim). Laksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam hal Pembinaan Wilayah Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Rupatama 1 Kantor Bupati Lotim pada Rabu, 12 Juni 2024.
Kepala Dinas P3AKB Lotim, H Ahmat dalam sambutannya menyampaikan pembinaan wilayah percepatan untuk Stunting tersebut merupakan salah satu langkah penting dalam mengoptimalkan pendataan bagi Bumil dan anak Stunting.
“Langkah ini merupakan langkah pemaksimalan pelaporan data dan pelayanan untuk bunda asuh dan anak Stunting,” jelas H. Ahmat.
“Intervensi dari semua pihak terutama petugas binaan Posyandu yang ada di setiap Desa atau Kelurahan juga di butuhkan,” pungkasnya.
Dimana kolaborasi dan sinergi secara berlanjutan adalah salah satu harapan kami, mulai dari pembagian wilayah binaan sampai dengan pelaporan, “tentu target penurunan Stunting akan tercapai dengan ikhtiar bersama,” sambungnya.
Ditempat yang sama, Pj. Buoati Lotim H. Muhammad Juaini Taofik diwakili Pj. Sekda H. Hasni selaku ketua umum Tim Percepatan Penurunan Stunting Lotim mengatakan Pemda Lotim sudah melayangkan surat kepada semua UPT Kecamatan guna membantu mengawal program penurunan Stunting tersebut.
“Kami sudah bersurat ke semua UPT yang di kecamatan agar maksimal dalam membantu program ini, dengan melakukan intervensi kolaboratif bersama semua piring sektor tingkat kecamatan,” jelas Hasni.
H Hasni menambahkan, jika mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang diakui oleh nasional. Kabupaten Lombok Timur capaian angka Stuntingnya masih berada di angka 27,6 persen. Artinya semua pihak yang terlibat dalam upaya penanganan percepatan Penurunan Stunting harus bekerja lebih keras lagi.
“Capaian kita harus di angka rata rata nasional yakni 18 Persen. Sementara saat ini capaian kita masih diangka 27,6 persen, artinya dalam hal ini harus ada upaya dan kerja keras kita semua,” tegas H Hasni.


