Scroll untuk baca artikel

Viral Penjemputan Paksa Jenazah di RS Kota Mataram, Ini Kata Kapolresta

×

Viral Penjemputan Paksa Jenazah di RS Kota Mataram, Ini Kata Kapolresta

Share this article

Ikuti Kami di Google News

Dapatkan berita terbaru, tercepat, dan terpercaya dari Lombok Fokus langsung melalui Google News.

Baca di Google News

Mataram – Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, S.I.K, M.M., menggelar klarifikasi soal jenazah salah satu Ulama, di wilayah Kelurahan Sekarbela, Kota Mataram.

IKLAN
Example 120x600

Diakui Kapolresta, sesaat setelah Almarhum meninggal dunia, Jumat (30/7/2021) malam, massa yang mendatangi rumah sakit, merupakan warga Sekarbela yang tengah berkabung dan merasa kehilangan atas meninggalnya Ulama tersebut.

“Isu tentang adanya jemput paksa itu tidak benar,” tegas Heri dikonfirmasi di ruang Lobi Kantor Polresta Mataram, Sabtu (31/7/2021).

Dijelaskan, sebelum meninggal, Almarhum sempat menjalani isolasi mandiri (Isoman), karena terkonfirmasi Covid-19. Namun, setelah beberapa hari, kondisi kesehatan Almarhum kian memburuk. Sehingga, yang bersangkutan meminta untuk dijemput salah seorang anaknya untuk dirawat di RSUD Kota Mataram.

“Kebetulan anak almarhum, merupakan salah satu Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram,” imbuhnya.

Demi menghindari adanya kerumunan para jama’ah almarhum, RSUD Kota Mataram dibantu pengawalan ketat dari Polresta Mataram, jenazah kemudian diantar hingga ke kediaman.

Proses pengawalan hingga kediaman Almarhumah berjalan sangat kondusif dan lancar. Staf RSUD Kota Mataram dan bahkan pihak keluarga yang ikut mengantar jenazah Almarhum, dibekali Alat Pelindung Diri (APD).

“Kedatangan massa sifatnya spontan. Tidak ada keributan dan tidak ada konflik. Seluruhnya berjalan aman terkendali,” tandasnya.(red)

Video ada disiniĀ 

 

Example 120x600
Example 120x600