Lombok Tengah | Lombok Fokus — Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah memastikan pasokan air bersih di kawasan Mandalika aman selama gelaran MotoGP Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober. Selain mengandalkan kapasitas produksi yang melampaui kebutuhan event, PDAM juga menyiagakan mobil tangki dan tim reaksi cepat untuk mengantisipasi gangguan distribusi.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Ardhia Rinjani, Bambang Supratomo, mengatakan persiapan dilakukan secara menyeluruh bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Langkah tersebut mencakup pengecekan ketersediaan air baku, kesiapan jaringan distribusi hingga pengujian kualitas air.
“Kami memastikan dari PDAM yang hari ini dipercayakan, itu hampir 100 persen sudah siap,” kata Bambang, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, ketersediaan air baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mandalika menjadi salah satu fokus utama, terlebih saat ini wilayah Lombok Tengah mulai memasuki musim kemarau.
Berdasarkan hasil pengecekan di Bendungan Pengga, ketersediaan air baku masih mencukupi untuk menopang kebutuhan kawasan Mandalika selama berlangsungnya ajang balap motor internasional tersebut.
Dari sisi kapasitas, sistem produksi air PDAM untuk SPAM Mandalika mampu menghasilkan sekitar 100 liter per detik dan secara teknis dapat mencapai 150 liter per detik. Sementara kebutuhan air di kawasan Mandalika selama event diperkirakan berkisar 30–40 liter per detik.
“Kalau untuk kebutuhan di dalam kawasan ITDC hanya sampai 20–30 persen, sementara kemampuan kita masih bisa sampai lebih dari itu. Artinya tidak ada kendala,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, tekanan terhadap ketersediaan air justru lebih dirasakan pada sistem pelayanan publik yang sumber air bakunya berasal dari wilayah Batukliang Utara.
Pada sistem tersebut, debit air mengalami penurunan cukup signifikan akibat musim kemarau. Jika dalam kondisi normal mencapai sekitar 100 liter per detik, saat ini debitnya turun menjadi sekitar 50–60 liter per detik.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu kesiapan SPAM Mandalika. PDAM memastikan ketersediaan air baku pada sistem tersebut masih mampu menopang produksi sekitar 70–100 liter per detik.
Antisipasi Kebocoran hingga Siapkan Tim Reaksi Cepat
Selain menjaga ketersediaan air, PDAM Lombok Tengah juga mengantisipasi potensi kebocoran jaringan distribusi di sejumlah titik, terutama di kawasan depan Sirkuit Mandalika.
Identifikasi titik rawan telah dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran pasokan selama MotoGP berlangsung. PDAM juga memasang Pressure Reducing Valve (PRV), perangkat untuk mengendalikan tekanan air dalam jaringan sehingga membantu mengurangi risiko gangguan dan mempermudah pemantauan potensi kebocoran.
Dari sisi kualitas, PDAM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah untuk melakukan pengujian secara berkala. Pemeriksaan mencakup tingkat kekeruhan, kadar klorin dan sejumlah parameter kualitas air lainnya.
“Dari hasil uji kualitas airnya sudah sangat memenuhi standar yang diberikan untuk kebutuhan suplai di sirkuit ini,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan distribusi saat event berlangsung, PDAM turut menyiapkan armada mobil tangki sebagai alternatif suplai air. Dari total empat armada yang dimiliki, dua hingga tiga unit akan disiagakan di kawasan Mandalika.
Namun, penempatan armada tersebut tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah lain yang berpotensi mengalami kekurangan air selama musim kemarau. PDAM memastikan pelayanan untuk ajang internasional tersebut tidak mengesampingkan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kepentingan untuk event ini jalan, kepentingan untuk masyarakat umum juga bisa jalan,” tegas Bambang.
PDAM juga membentuk tim reaksi cepat yang akan bersiaga selama pelaksanaan MotoGP. Tim tersebut dijadwalkan bekerja secara bergantian, termasuk pada malam hari, untuk memantau kondisi distribusi air dan merespons gangguan yang berpotensi terjadi.
Koordinasi langsung dengan ITDC akan dilakukan apabila ditemukan kendala di lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Bambang menegaskan, seluruh persiapan akan terus dimatangkan bersama ITDC dan pihak terkait hingga pelaksanaan MotoGP. Langkah tersebut diharapkan memastikan kebutuhan air bersih di kawasan Mandalika tetap terpenuhi, baik untuk mendukung kelancaran event internasional maupun menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.















