Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaHeadline

BRIDA NTB Umumkan 15 Pemenang Sayembara Riset 2026, Inovasinya Beragam

×

BRIDA NTB Umumkan 15 Pemenang Sayembara Riset 2026, Inovasinya Beragam

Sebarkan artikel ini

MATARAM — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan 15 proposal riset dan inovasi sebagai pemenang atau proposal terpilih dalam Sayembara Riset Program Unggulan Daerah Tahun 2026.

Penetapan tersebut berdasarkan hasil penilaian dan keputusan Dewan Juri/Tim Evaluasi Sayembara Riset dan Inovasi Daerah yang dilaksanakan pada 1 Oktober 2026.

IKLAN
Example 300x600

Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman BRIDA Provinsi NTB Nomor 400-3-8-6/1524/BR-IDA/X/2026 tentang Penetapan Pemenang/Proposal Terpilih Sayembara Riset Program Unggulan Daerah Tahun 2026.

Sebanyak 15 proposal terpilih berasal dari berbagai perguruan tinggi, lembaga, dan institusi yang mengangkat isu strategis NTB, mulai dari pariwisata, kemiskinan ekstrem, pertanian, energi, pangan, teknologi digital hingga ekonomi biru.

Berikut daftar proposal riset dan inovasi yang dinyatakan terpilih:

1. Signage Wisata Multibahasa

Judul: Pengembangan Model Signage Wisata Berbasis Multibahasa Sebagai Penguat Identitas Budaya di Kawasan Pulau Lombok

Ketua Tim: Dr. Desak Made Yoniartini, M.Pd.H., M.Pd
Institusi: Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram.

Riset ini mengangkat pengembangan sistem penanda atau signage wisata berbasis multibahasa sebagai bagian dari penguatan identitas budaya sekaligus mendukung pengalaman wisatawan di Pulau Lombok.

2. Rocket Stove untuk Rumah Tangga Miskin Ekstrem

Judul: Pengembangan dan Uji Lapangan Rocket Stove Berbahan Bakar Residu Biomassa Lokal Sebagai Substitusi Parsial LPG untuk Menekan Belanja Energi Rumah Tangga Miskin Ekstrem di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat

Ketua Tim: M. Manhuwal Walad, S.Si.
Institusi: Yayasan Cendekia Berkarya Mandiri.

Riset ini berfokus pada pemanfaatan residu biomassa lokal sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi beban belanja energi rumah tangga miskin ekstrem.

3. Bio-Protektan untuk Bawang Merah

Judul: Inovasi Bio-Protektan Granul Berbasis Trichoderma spp. dan Biomassa Lokal untuk Pengendalian Penyakit Moler (Fusarium oxysporum) pada Bawang Merah NTB

Ketua Tim: Musafir, S.P., M.P.
Institusi: Universitas Teknologi Sumbawa.

Riset tersebut menawarkan inovasi pengendalian penyakit tanaman bawang merah melalui bio-protektan berbasis mikroorganisme dan biomassa lokal.

4. Smart Tourism Ekowisata Lembar Selatan

Judul: Pengembangan Model Smart Tourism Berbasis AI untuk Penguatan Tata Kelola dan Ekonomi Lokal Ekowisata Lembar Selatan

Ketua Tim: Widia Febriana, M.M.
Institusi: Universitas Bumigora.

Riset ini mengembangkan konsep pariwisata cerdas dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memperkuat tata kelola sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal.

5. Sistem Digital-Spasial Pengentasan Kemiskinan

Judul: Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Digital-Spasial Berbasis Machine Learning untuk Prioritas Intervensi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Studi Kasus Desa Kuta

Ketua Tim: Lalla Fathiyaturrahmi, S.Stat., M.Stat.
Institusi: Universitas Mataram.

Riset ini memanfaatkan teknologi digital, data spasial, dan machine learning untuk membantu menentukan prioritas intervensi pengentasan kemiskinan ekstrem.

6. Anggur Menjadi Minuman Herbal

Judul: Pengembangan Anggur (Vitis vinifera L.) Menjadi Minuman Herbal Berbasis Rempah Lokal Nusa Tenggara Barat: Formulasi, Karakteristik Fisikokimia, Aktivitas Antioksidan, dan Penerimaan Konsumen

Ketua Tim: Gde Bagus Aryadita Arsa Wisesa, S.Kom.
Institusi: PT Widyadai Teknologi Nusantara.

Riset ini mengembangkan produk minuman herbal berbahan anggur yang dipadukan dengan rempah lokal NTB.

7. Ekowisata dan Kopi Robusta Rinjani

Judul: Model Sinergi Ekowisata Berbasis Masyarakat dan Kopi Robusta Rinjani Berindikasi Geografis sebagai Strategi Pariwisata Berkelanjutan di Kampung Ekowisata Kerujuk, Desa Menggala, Kabupaten Lombok Utara

Ketua Tim: Suci Ramadhani Putri, S.H., M.H.
Institusi: Akademi Bisnis Lombok (AKBIL).

Riset ini mengintegrasikan potensi ekowisata berbasis masyarakat dengan komoditas kopi Robusta Rinjani untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.

8. Model Titip Ternak

Judul: Pengembangan dan Uji Kelayakan Sistem Kolaborasi Bisnis Titip Ternak untuk Pemberdayaan Masyarakat Miskin Ekstrem di Nusa Tenggara Barat

Ketua Tim: Saparwadi, S.Sos.I., M.A.
Institusi: Institut Elkatarie Lombok Timur.

Model yang dikembangkan diarahkan untuk menciptakan skema kolaborasi bisnis peternakan yang dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat miskin ekstrem.

9. PadiSense

Judul: PadiSense: Sistem Deteksi dan Klasifikasi Hama Padi Berbasis Computer Vision Terintegrasi Mobile untuk Petani

Ketua Tim: Hanadi, M.Sc.
Institusi: Universitas Surya.

Teknologi computer vision dikembangkan untuk membantu petani mendeteksi dan mengklasifikasikan hama padi melalui perangkat mobile.

10. TRAMENA-CAP

Judul: TRAMENA-CAP: Model Daya Dukung Adaptif untuk Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan Gili Tramena

Ketua Tim: Muhammad Azizurrohman, S.E., M.Sc., C.M.A., Ph.D.
Institusi: Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram.

Riset ini diarahkan untuk menghasilkan model daya dukung adaptif sebagai dasar tata kelola pariwisata berkelanjutan di kawasan Gili Tramena.

11. Kemiskinan di Jerowaru

Judul: Memahami Kemiskinan untuk Memandang Intervensi Kebijakan Konteks Lokal: Rapid Etnografi di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur

Ketua Tim: Anjasmara, S.TP., M.P.
Institusi: Politeknik AMA Kota Bima.

Pendekatan etnografi digunakan untuk memahami kemiskinan secara lebih mendalam berdasarkan konteks sosial dan kondisi lokal masyarakat Kecamatan Jerowaru.

12. Bioethanol-to-Solar

Judul: Bioethanol-to-Solar: Pemanfaatan Bioetanol Tongkol Jagung sebagai Elektrolit Hijau pada Dye-Sensitized Solar Cell

Ketua Tim: Hardani, M.Si.
Institusi: Universitas Bima Internasional.

Riset ini mengeksplorasi pemanfaatan bioetanol dari limbah tongkol jagung sebagai elektrolit ramah lingkungan dalam teknologi sel surya tersensitisasi pewarna.

13. Blue Circular Economy

Judul: Blue Circular Economy: Transformasi Alga Non-Budidaya Sargassum sp. sebagai Prototipe Garam Fungsional Rendah Natrium “Biosalt” dan Biostimulan Hortikultural untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Ketua Tim: apt. Candra Dwipayana Hamdin, S.Farm., M.Sc., Ph.D.
Institusi: Universitas Mataram.

Riset ini mengembangkan pemanfaatan alga non-budidaya Sargassum sp. menjadi produk garam fungsional rendah natrium serta biostimulan hortikultura.

14. Solar Dome Dryer Multi-Komoditas

Judul: Pengembangan Weather-Resilient Solar Dome Dryer Multi-Komoditas melalui Optimasi Turbulensi dan Perpindahan Panas untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi NTB

Ketua Tim: Alpan Hadi, S.T., M.Eng.
Institusi: Institut Teknologi Lombok (ITL).

Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi pengering tenaga surya yang dirancang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca dan dapat digunakan untuk berbagai komoditas.

15. SMART PADI NTB

Judul: Pengembangan Model Convolutional Neural Network (CNN) untuk Deteksi Dini Penyakit Daun Padi Terintegrasi Website SMART PADI NTB

Ketua Tim: M.K.M. Nurul Umami, S.ST.
Institusi: Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi.

Teknologi kecerdasan buatan berbasis Convolutional Neural Network (CNN) akan dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit daun padi secara dini melalui platform digital SMART PADI NTB.

Fokus pada Persoalan Strategis NTB

Dari 15 proposal terpilih tersebut terlihat bahwa Sayembara Riset Program Unggulan Daerah NTB 2026 diarahkan pada riset yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Tema yang diangkat mencakup pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, pertanian, energi terbarukan, transformasi digital, kecerdasan buatan, pariwisata berkelanjutan, ekonomi lokal, hingga ekonomi biru.

Sejumlah riset juga mengambil lokasi dan persoalan spesifik di NTB, seperti Desa Buwun Mas di Lombok Barat, Desa Kuta, Lembar Selatan, Kerujuk di Lombok Utara, Gili Tramena, serta Kecamatan Jerowaru di Lombok Timur.

Dengan demikian, hasil sayembara tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang dapat menjawab persoalan nyata masyarakat dan mendukung kebijakan pembangunan daerah.

Pengumuman tersebut ditetapkan di Lombok Barat pada 1 Oktober 2026. Pengumuman ditandatangani Koordinator Tim Juri Sayembara Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB Tahun 2026, Prof. Dr. Khairul Hamim, MA, serta diketahui oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB, Usade Putharvadi, S.Sos., M.H.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600