Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

UIN Mataram Perkuat Konselor Sebaya, Rektor: Mahasiswa Tak Selalu Butuh Jawaban Cepat

×

UIN Mataram Perkuat Konselor Sebaya, Rektor: Mahasiswa Tak Selalu Butuh Jawaban Cepat

Sebarkan artikel ini

MATARAM, LOMBOK FOKUS — Persoalan yang dihadapi mahasiswa tidak selalu membutuhkan jawaban cepat. Dalam banyak situasi, kehadiran seseorang yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi justru dapat menjadi langkah awal untuk membantu mengurai persoalan.

Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., saat membuka Pelatihan Peer Counseling Mahasiswa yang digelar Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Selasa, 8 September 2026.

IKLAN
Example 300x600

Pelatihan mengusung tema “Kemampuan Psychological First Aid (PFA) untuk Mengatasi Krisis pada Mahasiswa” dan diikuti 60 peserta. Mereka berasal dari unsur Dewan Mahasiswa, perwakilan 26 program studi, focal point gender, serta tim LP2M UIN Mataram.

Dalam sambutannya, Prof. Masnun mengibaratkan persoalan mahasiswa seperti benang yang kusut. Meski terlihat rumit dan saling berkaitan, menurutnya, setiap persoalan tetap memiliki jalan keluar apabila dihadapi dengan kesabaran dan pendampingan yang tepat.

“Kita tahu kadang benang itu kusut, tetapi kita tahu di mana ujungnya,” ujar Prof. Masnun.

Ia menegaskan bahwa membantu teman yang sedang menghadapi persoalan tidak selalu berarti harus memberikan solusi secara langsung.

Menurutnya, langkah pertama yang jauh lebih penting adalah hadir, mendengarkan secara aktif, memahami situasi, dan memastikan mahasiswa yang sedang menghadapi masalah tidak merasa sendirian.

“Kadang kita tidak perlu langsung memberikan solusi. Yang dibutuhkan adalah hadir, mendengarkan, dan memastikan bahwa teman kita tidak merasa sendirian menghadapi masalahnya,” katanya.

Teman Sebaya Punya Peran Strategis

Prof. Masnun menilai kedekatan antarmahasiswa menempatkan teman sebaya pada posisi strategis dalam mengenali lebih awal perubahan perilaku, tekanan emosional, maupun berbagai persoalan yang sedang dihadapi rekannya.

Karena itu, UIN Mataram mendorong terbentuknya jejaring konselor sebaya yang tidak hanya memiliki kepedulian, tetapi juga mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan dukungan psikologis awal.

Kepala PSGA LP2M UIN Mataram, Dr. Erma Suriani, S.Ag., M.S.I., mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk mendorong mahasiswa mengambil peran sebagai konselor sebaya di lingkungan kampus.

“Pelatihan ini dihajatkan untuk mengajak mahasiswa menjadi konselor sebaya bagi kawannya sendiri. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai teman yang peduli, menjadi pendengar yang baik, dan memberikan dukungan awal ketika temannya menghadapi masalah,” jelas Erma.

Menurutnya, konselor sebaya dapat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kampus yang lebih responsif terhadap persoalan mahasiswa.

Bukan Pengganti Konselor Profesional

Ketua LP2M UIN Mataram, Prof. Dr. H. Kadri, M.Si., menilai keberadaan konselor sebaya dapat memperkuat sistem dukungan sosial antarmahasiswa.

Kemampuan tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan penanganan kondisi krisis, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial dan empati.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar peer counseling dan Psychological First Aid (PFA), keterampilan mendengarkan aktif, komunikasi empatik, pengenalan kondisi krisis, hingga cara memberikan dukungan psikologis awal.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai batas kewenangan konselor sebaya.

Konselor sebaya tidak diposisikan sebagai pengganti tenaga profesional. Perannya adalah memberikan dukungan awal dan membantu mengarahkan mahasiswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kepada tenaga profesional atau lembaga layanan yang sesuai.

Jangkau 26 Program Studi

Keterlibatan perwakilan dari 26 program studi diharapkan dapat memperluas jangkauan jejaring konselor sebaya di lingkungan UIN Mataram.

Para peserta nantinya diharapkan menjadi penggerak budaya saling peduli, menjaga, dan menguatkan di lingkungan masing-masing.

Bagi UIN Mataram, penguatan peer counseling tidak berhenti pada kemampuan menghadapi situasi krisis. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, responsif, dan peduli terhadap kondisi mahasiswa.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi individu yang kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjadi teman yang hadir ketika rekannya membutuhkan dukungan.

Example 300250
Example 120x600
Example 120x600