LombokFokus|Mataram – Ada momen istimewa bagi GP Widhi Antara pada perayaan HUT ke-81 RI. Siswa SMAN 2 Sumbawa itu dipercaya menjadi pengerek bendera Merah Putih, Senin (17/8/2026), saat upacara pengibaran di halaman Kantor Gubernur NTB.
Widhi Antara lahir di Mataram pada 8 Februari 2010. Posturnya yang mencapai 180 sentimeter ikut mendukung tugasnya dalam barisan pengibar bendera, pada upacara kemerdekaan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bagi pelajar asal SMAN 2 Sumbawa itu, kesempatan mengerek Sang Merah Putih di hadapan para peserta upacara menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan. Ia membawa tanggung jawab besar untuk menjalankan tugas dengan disiplin dan penuh konsentrasi.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya merasa bangga dan senang bisa dipercaya mengerek bendera Merah Putih, pada upacara HUT ke-81 RI,” kata GP Widhi Antara.
Tugas tersebut juga menjadi bagian dari proses panjang yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, kekompakan, serta ketelitian. Setiap gerakan dalam prosesi pengibaran bendera harus dilakukan sesuai arahan agar upacara berjalan khidmat.
“Saya berusaha memberikan yang terbaik dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Semoga pengalaman ini bisa menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Di balik sosok Widhi, ada dukungan keluarga yang ikut memberi semangat. Ia tercatat sebagai putra AKBP (Purn) I Putu Suarbawa, M.Kom. dan Ely Seniwati.
Kepercayaan mengemban tugas sebagai pengerek bendera pada HUT ke-81 RI menjadi catatan tersendiri bagi Widhi. Dari halaman Kantor Gubernur NTB, ia ikut mengambil bagian dalam momen sakral untuk memperingati perjuangan bangsa.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan kepercayaan dan dukungan. Saya akan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus belajar dan berkembang,” tuturnya.(red)















