Ikuti Kami di Google News
Dapatkan berita terbaru, tercepat, dan terpercaya dari Lombok Fokus langsung melalui Google News.
Lombok Barat, Lombok Fokus – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlahuddiny Kediri, Lombok Barat, menyampaikan keberatan atas penggunaan visual gerbang pesantrennya dalam tayangan salah satu program berita TV One terkait kasus dugaan pembakaran santri di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah.
Pimpinan Ponpes Al-Ishlahuddiny, TGH Mukhlis Ibrahim, menilai penggunaan gambar gerbang pesantren sebagai ilustrasi pemberitaan tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya para wali santri.

Menurutnya, tayangan tersebut dapat memunculkan anggapan seolah-olah peristiwa pembakaran santri terjadi di Ponpes Al-Ishlahuddiny, padahal kejadian tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan pesantren yang dipimpinnya.
“Karena fakta visualnya tidak sama dengan apa yang ada di siaran TV itu. Seolah ada pemahaman ada anak terbakar di Islahuddiny, padahal di sini tidak ada apa-apa,” ujar TGH Mukhlis Ibrahim, Rabu (16/7) malam.
Ia meminta pihak TV One memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
“Saya minta kepada TV One pusat supaya menyampaikan permintaan maaf lewat televisi bahwa itu tidak terjadi di Islahuddiny,” tegasnya.
Alumni dan Masyarakat Lombok Ikut Melayangkan Protes
Keberatan serupa juga datang dari masyarakat Lombok serta alumni Ponpes Al-Ishlahuddiny. Mereka menilai penggunaan visual gerbang pesantren dalam program Kabar Pagi tidak tepat karena dikaitkan dengan pemberitaan kasus santri terbakar yang terjadi di pondok pesantren lain di Kabupaten Lombok Tengah.
Salah seorang alumni Ponpes Al-Ishlahuddiny, Zafran Thabroni, menyampaikan protes melalui media sosial. Ia menilai penggunaan gambar tersebut dapat mencoreng nama baik lembaga pendidikan Islam yang selama ini dikenal masyarakat.
Menurutnya, media seharusnya lebih cermat dalam menggunakan ilustrasi visual agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kerugian bagi pihak yang tidak berkaitan dengan suatu peristiwa.
Rencana Sampaikan Aspirasi ke TV One Mataram dan KPID NTB
Sementara itu, keluarga besar Ponpes Al-Ishlahuddiny, para alumni, jamaah, dan simpatisan dikabarkan tengah mempersiapkan penyampaian aspirasi secara damai ke Kantor Biro TV One Mataram serta KPID NTB.
Aspirasi tersebut bertujuan meminta klarifikasi, hak jawab, serta permohonan maaf apabila ditemukan adanya kekeliruan dalam penggunaan materi visual pada tayangan berita tersebut.
Mereka berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang menjunjung tinggi akurasi, verifikasi, dan perlindungan terhadap nama baik lembaga maupun masyarakat yang tidak memiliki keterkaitan dengan suatu peristiwa.

