Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHeadline

Potensi Wisata Besar, UMKM Desa Lantan Didorong Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital

×

Potensi Wisata Besar, UMKM Desa Lantan Didorong Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital

Share this article

Ikuti Kami di Google News

Dapatkan berita terbaru, tercepat, dan terpercaya dari Lombok Fokus langsung melalui Google News.

Baca di Google News

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus — Potensi wisata alam dan produk unggulan Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, terus didorong agar mampu menembus pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan pemasaran digital. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa tersebut.

IKLAN
Example 120x600

 

Dorongan itu mengemuka dalam Sosialisasi Pengembangan Potensi Alam Desa dan Pelatihan Pemasaran Digital melalui Media Sosial yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram 2026 di Aula Kantor Desa Lantan, Senin (13/7/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Lantan Erwandi, S.Pd., Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lombok Tengah H. Iswandi Khaery Ramen, S.IP., M.Han., Muhammad Nur Arif mewakili Dinas Lingkungan Hidup, serta puluhan pelaku UMKM dan pemuda Desa Lantan.

 

Kepala Desa Lantan, Erwandi, mengatakan desanya memiliki potensi besar yang dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga pariwisata.

 

“Lantan dikenal sebagai penghasil durian, kakao, dan berbagai komoditas perkebunan lainnya. Di sisi lain, kami juga memiliki potensi wisata alam yang sangat besar,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, Desa Lantan memiliki sekitar 24 air terjun yang tersebar di sejumlah lokasi, termasuk kawasan wisata Kokoh Lenek di bagian barat dan Kokoh Babak di bagian timur desa. Keindahan alam tersebut dinilai menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

 

Menurut Erwandi, tren kunjungan wisata ke Desa Lantan terus mengalami peningkatan. Sepanjang Juli 2026, jumlah wisatawan yang datang disebut hampir mencapai 1.000 orang.

 

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap wisatawan.

 

“Kalau wisatawan merasa aman dan nyaman, mereka akan datang kembali bahkan mengajak orang lain berkunjung ke Lantan,” katanya.

 

Di sektor ekonomi, Erwandi menilai masih banyak produk UMKM Desa Lantan yang dipasarkan secara konvensional sehingga jangkauan pasarnya masih terbatas.

 

Menurutnya, pemanfaatan platform digital seperti TikTok dan Shopee menjadi peluang besar untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus meningkatkan nilai jual.

 

Sementara itu, Kabid PIKP Diskominfo Lombok Tengah, H. Iswandi Khaery Ramen, mengatakan keberhasilan pemasaran digital tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha membangun citra dan komunikasi dengan konsumen melalui media sosial.

 

Ia memperkenalkan strategi konten 3-1-1, yakni tiga konten edukatif, satu konten yang membangun kedekatan atau interaksi dengan audiens, serta satu konten promosi.

 

“Jangan setiap hari hanya menjual produk. Berikan juga edukasi dan bangun hubungan dengan audiens agar kepercayaan mereka tumbuh. Setelah itu baru lakukan promosi,” jelasnya.

 

Selain itu, pelaku UMKM juga diingatkan pentingnya memahami target pasar sehingga konten yang dipublikasikan lebih relevan dan mampu menjangkau konsumen melalui algoritma media sosial.

 

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah desa bersama mahasiswa KKN Universitas Mataram berharap pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal sehingga potensi wisata dan produk unggulan Desa Lantan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Example 120x600
Example 120x600