Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerah

BAZNAS Loteng Himpun Kurban Rp330 Juta, TGH Lalu Mala Syar’i: Ini Bukti Kepedulian Masyarakat Terus Tumbuh

×

BAZNAS Loteng Himpun Kurban Rp330 Juta, TGH Lalu Mala Syar’i: Ini Bukti Kepedulian Masyarakat Terus Tumbuh

Share this article

 

Lombok Tengah | Lombok Fokus – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Tengah berhasil menghimpun dana dan hewan kurban senilai sekitar Rp330 juta melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa pada momentum Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

IKLAN
Example 120x600

 

Wakil Ketua II BAZNAS Lombok Tengah, TGH. Lalu Mala Syar’i, Lc., M.Ag., mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi indikator tumbuhnya kepedulian masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban melalui BAZNAS.

 

“Ini bukti kepedulian masyarakat terus tumbuh. Kami bersyukur kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS semakin meningkat dari tahun ke tahun,” katanya di Praya.

 

Menurut dia, keberhasilan penghimpunan kurban tahun ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa, lembaga pendidikan, pondok pesantren, dunia usaha, hingga pemerintah daerah.

 

Ia mengatakan semangat gotong royong yang terbangun melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa telah memungkinkan manfaat kurban menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah pedesaan dan kelompok rentan.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para sohibul kurban, UPZ desa, lembaga pendidikan, perusahaan, dan seluruh mitra yang telah mempercayakan kurban serta sedekahnya melalui BAZNAS,” ujarnya.

 

Selain partisipasi masyarakat, program kurban tahun ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga. BAZNAS RI menyalurkan empat ekor sapi kurban untuk masyarakat Lombok Tengah, sementara Bank NTB Syariah mempercayakan satu ekor sapi kurban kepada BAZNAS Lombok Tengah untuk didistribusikan kepada penerima manfaat.

 

Di tingkat desa, UPZ Desa Menemeng berhasil menghimpun sedekah masyarakat yang diwujudkan menjadi dua ekor sapi kurban. Sementara UPZ Desa Sintung membentuk tiga kelompok kurban untuk tiga ekor sapi dan menghimpun sedekah masyarakat yang menghasilkan tambahan dua ekor sapi kurban.

 

Partisipasi juga datang dari sejumlah lembaga pendidikan melalui program tabungan kurban dan sedekah daging, di antaranya SDN 22 Praya, MIN 1 Lombok Tengah, SMPN 2 Praya Tengah, SMPN 4 Praya, MIN 3 Lombok Tengah, SDN Petikus Daye, SDN Prayitna, dan SDN Salam Sukur.

 

Sementara dari sektor dunia usaha, UPZ Extra Berbagi Montong Gamang berhasil menghimpun empat ekor sapi kurban dengan nilai sekitar Rp96 juta.

 

TGH. Lalu Mala Syar’i menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang selama ini terus mendukung berbagai program BAZNAS, termasuk mempercayakan satu ekor sapi kurban kepada BAZNAS Lombok Tengah untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang senantiasa mendukung program-program BAZNAS. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas manfaat program bagi masyarakat,” katanya.

 

Program Kurban Berkah Berdayakan Desa dilaksanakan selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Lombok Tengah mendistribusikan sekitar 1.000 paket daging kurban kepada masyarakat di berbagai desa mitra, wilayah pedesaan yang membutuhkan perhatian lebih, serta pondok pesantren yang membina anak yatim dan dhuafa.

 

Meski demikian, pihaknya mengakui kebutuhan masyarakat masih lebih besar dibandingkan jumlah kurban yang tersedia.

 

“Sekitar seribu paket daging kurban telah kami distribusikan. Namun kami menyadari jumlah tersebut belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat. Karena itu kami berharap partisipasi masyarakat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak keluarga yang dapat merasakan kebahagiaan Iduladha,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa hakikat kurban tidak hanya terletak pada jumlah hewan yang disembelih maupun banyaknya daging yang dibagikan, melainkan pada nilai ketakwaan dan kepedulian sosial yang terkandung di dalamnya.

 

“Setiap paket daging yang diterima anak yatim, lansia, maupun keluarga dhuafa membawa pesan kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Itulah nilai utama yang ingin terus kami hadirkan melalui Program Kurban Berkah Berdayakan Desa,” katanya.

Example 120x600
Example 120x600
Ahmad Amrullah Desak Polisi dan BGN Bongkar Tuntas Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG di Lombok Timur LOMBOK TIMUR – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah, mendesak aparat penegak hukum bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengusut tuntas kasus dugaan penipuan dan praktik jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Menurut Ahmad Amrullah, penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada satu atau dua orang yang diduga terlibat. Ia meminta penyidik membongkar seluruh jaringan yang diduga berperan dalam praktik tersebut, mulai dari pihak yang merekrut korban, penghubung, penerima aliran dana hingga aktor intelektual yang berada di balik dugaan penipuan tersebut. “Kami mendesak Polres Lombok Timur, Polda NTB, dan Badan Gizi Nasional untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Siapa pun yang terlibat harus diungkap. Jika memang ada jaringan yang bekerja secara terorganisir, maka seluruh rantainya harus dibongkar dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ahmad Amrullah, Selasa (2/6/2026). Ia menilai munculnya praktik jual beli titik dapur MBG dengan nilai transaksi yang fantastis menunjukkan adanya celah yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk meraup keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan program pemerintah. “Yang menjadi perhatian serius adalah adanya masyarakat yang dirugikan hingga ratusan juta rupiah. Ini tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Ketika ada pihak yang menjual pengaruh, menjanjikan akses, atau mengklaim memiliki kedekatan dengan pejabat tertentu untuk memperoleh keuntungan, maka itu merupakan bentuk penyesatan yang harus ditindak tegas,” ujarnya. Ahmad juga menyoroti pernyataan BGN yang mengindikasikan adanya dugaan keterlibatan kelompok atau jaringan terstruktur dalam praktik penjualan titik SPPG yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Lombok Timur. “Kalau memang ada indikasi keterlibatan kelompok yang terorganisir, maka aparat harus bergerak lebih jauh. Telusuri aliran dananya, telusuri komunikasinya, telusuri siapa yang merekrut korban dan siapa yang menikmati hasil dari praktik tersebut. Publik berhak mengetahui siapa saja yang bermain di belakang kasus ini,” katanya. Menurutnya, perkara tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi para korban, tetapi juga mencoreng citra Kabupaten Lombok Timur di tingkat nasional. “Kasus ini telah menjadi perhatian publik nasional dan tentu mencoreng nama Kabupaten Lombok Timur. Kita tidak ingin daerah ini dikenal karena praktik-praktik penipuan yang memanfaatkan program pemerintah. Oleh karena itu, pengungkapan kasus ini harus dilakukan secara transparan dan menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi maupun kecurigaan yang berkepanjangan di tengah masyarakat,” ujarnya. Sebagai pimpinan Komisi IV DPRD Lombok Timur, Ahmad menegaskan pentingnya evaluasi terhadap sistem pengawasan dan mekanisme pelaksanaan program pemerintah yang melibatkan masyarakat luas. “Kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Jangan sampai ada ruang yang memungkinkan oknum tertentu menjual harapan kepada masyarakat dengan iming-iming akses terhadap program pemerintah. Semua proses harus transparan, memiliki mekanisme yang jelas, dan dapat diawasi oleh publik,” katanya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat atau institusi tertentu dan menawarkan kemudahan memperoleh proyek, bantuan, maupun akses program pemerintah dengan imbalan sejumlah uang. “Masyarakat harus berhati-hati. Jangan mudah percaya kepada siapa pun yang menjanjikan sesuatu di luar prosedur resmi. Tidak boleh ada pihak yang menjadikan proses pengajuan, verifikasi, maupun pelaksanaan program pemerintah sebagai komoditas yang diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegasnya. Ahmad menegaskan bahwa yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diungkap secara transparan sehingga masyarakat memperoleh keadilan dan kepastian hukum. “Kami mendukung langkah penegakan hukum yang sedang berjalan. Namun yang dibutuhkan publik adalah keberanian untuk membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. Ungkap seluruh jaringan yang terlibat, buka seterang-terangnya kepada masyarakat, dan pastikan praktik serupa tidak kembali terjadi di Lombok Timur maupun daerah lain,” pungkasnya. Dugaan Penipuan Rp950 Juta per Titik Sebelumnya, Badan Gizi Nasional bersama Polres Lombok Timur tengah menangani dugaan penipuan terkait jual beli titik lokasi SPPG di Kabupaten Lombok Timur. Dalam kasus tersebut, satu titik lokasi dapur MBG diduga diperjualbelikan dengan nilai mencapai Rp950 juta. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyebut kasus itu bermula dari laporan masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan proses verifikasi program MBG. Modus yang digunakan yakni mengaku memiliki relasi dengan pejabat atau orang dalam BGN serta menunjukkan bukti kedekatan untuk meyakinkan korban. Polres Lombok Timur menerima laporan masyarakat sejak 16 Februari 2026 dan meningkatkan status perkara ke tahap penyelidikan pada 21 Mei 2026. Terlapor berinisial S diduga menjanjikan titik lokasi dapur MBG beserta fasilitas yang diklaim akan segera beroperasi. Kasus serupa sebelumnya juga terungkap di Batam dan Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelusuran, BGN mengindikasikan adanya praktik yang dilakukan secara terorganisir. Dugaan keterlibatan kelompok atau jaringan tertentu saat ini masih didalami bersama aparat penegak hukum guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Berita

LOMBOK TIMUR – Sekretaris…