Lombok Tengah | Lombok Fokus — Nama uniknya kerap mencuri perhatian. Namun kini, Dono Kasino Indro (DKI), pemuda asal Dusun Sereneng, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, menjadi sorotan karena prestasinya menembus panggung politik daerah. Anak petani dari pelosok Loteng itu resmi dilantik sebagai anggota DPRD Lombok Tengah melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pemuda berusia 38 tahun itu menggantikan Mahrup, anggota DPRD sebelumnya yang diberhentikan setelah tersangkut kasus hukum. Dalam Pileg 2024, Dono tercatat meraih suara terbanyak kedua di Dapil III (Pujut–Praya Timur) dengan 2.519 suara, sehingga menjadi kandidat kuat dalam proses PAW yang diajukan PKS kepada pemerintah daerah dan DPRD.
Prosesi pengucapan sumpah/janji PAW berlangsung di ruang rapat utama DPRD Lombok Tengah, Senin (01/11/2025). Rapat paripurna dipimpin jajaran pimpinan DPRD dengan disaksikan unsur Forkopimda, seluruh anggota dewan, serta keluarga dan warga Dusun Sereneng yang datang memberikan dukungan.
Suasana haru terlihat saat nama Dono resmi dikukuhkan sebagai wakil rakyat untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Usai dilantik, Dono menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad kuat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil III. Latar belakangnya sebagai putra petani membuatnya memahami betul persoalan yang selama ini membelit masyarakat desa.
“InsyaAllah apa yang dibutuhkan masyarakat akan saya perjuangkan. Di wilayah kami banyak masalah pertanian, seperti melonjaknya harga pupuk, jalan usaha tani, dan irigasi. Itu yang menjadi fokus saya ke depan,” tegasnya.
Dono sebelumnya dikenal sebagai Ketua Kelompok Tani Desa Mertak periode 2019–2020, dan aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan pertanian.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya adalah amanah untuk membuktikan bahwa anak petani juga mampu menjadi bagian dari pengambil kebijakan. Dono berkomitmen tidak hanya hadir saat masa kampanye, tetapi ingin terus dekat dengan masyarakat dan menyerap aspirasi secara langsung.






