Lombok Tengah, Lombok Fokus — Setelah bertahun-tahun menantikan perhatian pemerintah, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Keling di Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, akhirnya mendapatkan bantuan revitalisasi senilai lebih dari Rp900 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki enam ruang kelas, membangun satu ruang kelas baru, ruang UKS, serta merehabilitasi perpustakaan sekolah.
Kepala SDN Keling, Zaenudin, mengatakan bahwa bantuan ini membawa angin segar bagi dunia pendidikan di wilayahnya.
“Alhamdulillah, kami dapat bantuan revitalisasi aspirasi untuk pembangunan satu lokal ruang kelas baru dan UKS, perbaikan enam ruang kelas, serta rehab perpustakaan. Ini sangat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman,” ujar Zaenudin kepada wartawan, Rabu (12/11).
Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek revitalisasi yang mulai dikerjakan sejak awal Oktober itu kini telah mencapai sekitar 60 persen. Pengerjaannya dilakukan secara swakelola, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai bentuk partisipasi aktif terhadap kemajuan sekolah.
“Kami targetkan selesai pada Desember mendatang sesuai jadwal yang ditetapkan,” tambahnya.
Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi fisik sekolah itu cukup memprihatinkan. Banyak plafon yang jebol, genteng bocor, dan beberapa dinding mengalami kerusakan parah. Situasi tersebut membuat proses belajar-mengajar terganggu dan dikeluhkan oleh siswa, guru, hingga orang tua murid.
“Memang sebelumnya kondisi sekolah kami sangat memprihatinkan. Kami bersyukur akhirnya ada program revitalisasi ini, sehingga anak-anak nantinya bisa belajar lebih kondusif,” ungkap Zaenudin.
Dengan pembangunan ini, pihak sekolah berharap suasana belajar akan menjadi lebih layak dan nyaman.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah. Dengan ruang kelas yang lebih baik, siswa bisa belajar dengan tenang tanpa khawatir bangunan rusak,” katanya.
Masyarakat sekitar juga menyambut baik perubahan tersebut. Selain mendukung peningkatan mutu pendidikan, lokasi sekolah yang berada di jalur menuju kawasan wisata Pantai Selong Belanak dianggap berpotensi menjadi contoh positif bagi sekolah lain di daerah pesisir.
Zaenudin menambahkan, pihaknya berencana mengajukan kembali bantuan serupa tahun depan karena masih kekurangan satu ruang kelas.
“Insyaallah tahun depan kami akan coba usulkan kembali, agar seluruh kebutuhan ruang belajar bisa terpenuhi,” pungkasnya.






