Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahEkonomiHeadline

Royal Sembahulun Bantah Klaim Panen Bawang Putih 21 Ton per Hektar, Sebut Data Kasatgas Tidak Akurat

×

Royal Sembahulun Bantah Klaim Panen Bawang Putih 21 Ton per Hektar, Sebut Data Kasatgas Tidak Akurat

Share this article

‎‎Lombok Timur Lombokfokus.com – Royal Sembahulun bantah Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kompol Muhammad Nasrullah terkait capaian panen raya bawang putih di Sembalun Lombok Timur yang tembus 21 ton per hektar.

‎‎Apa yang di sampaikan Kasatgas NTB Nasrullah terkait capaian target panen bawang putih yang di klaim sampai 21 ton per hektar itu tidak benar atau tidak memiliki dasar jika di lihat pada realita lapangan.

IKLAN
Example 120x600

‎‎”Informasi yang menyebutkan panen bawang putih di Sembalun melebihi target itu tidak benar, faktanya, rata-rata hasil produksi petani tahun ini justru mengalami penurunan,” jelas Royal pada Jumat, 12 September 2025.

‎‎Lanjutnya klaim bahwa produksi bawang putih mencapai 21–26 ton per hektare oleh tim Kasatgas saat panen raya pada Kamis (11/9) kemarin diragukan kebenarannya karena kemungkinan hanya diambil dari sampel lahan dengan kondisi tanaman terbaik.

‎‎”Kami menduga, Kasatgas itu mengambil sampel dari lahan dengan kondisi terbaik sehingga di klaim memenuhi target, padahal di lahan yang lain hasil panen malah menurun, jika dirata-ratakan hasil panen jauh dari target pemerintah,” lanjutnya.

‎‎Program pengembangan dan perluasan kawasan bawang putih di Sembalun lanjut Royal penuh dengan persoalan, “Penyebab menurunnya hasil panen ini dari hulu ke hilir, mulai dari distribusi benih yang tidak layak tanam, hingga ketidak transparan dalam penentuan calon penerima dan calon lahan (CPCL),” ujarnya.

‎‎Sehingga kondisi tersebut menurutnya memunculkan dugaan adanya permainan antara ketua kelompok tani dan penyedia benih terkait jumlah benih yang benar-benar disalurkan ke petani.

‎‎”Kami menduga ada kongkalikong antara kelompok tani dengan penyedia, karena kami tidak melihat data reall dari jumlah benih yang di salurkan,” lanjut Royal.

‎‎Selain tidak transparan terhadap informasi, Royal juga mengakui kalau kualitas benih yang di salurkan jauh dari yang di harapkan petani, Banyak benih yang gagal tumbuh dan rusak sehingga target produksi sulit tercapai.

‎‎”Tidak sedikit petani juga memilih menjual benih bantuan yang diterima, sehingga semakin mengurangi potensi hasil panen,” katanya.

‎‎Royal mengaku ia juga menanam 800 kg benih varietas Lembu Putih dan 200 kg varietas Lembu Sangga Sembalun, namun sekitar setengah dari benih Lembu Sangga Sembalun yang ia terima dalam kondisi rusak karena umbinya kempes.

‎‎”Dari total 1 hektare lahan yang saya tanami, hasil panen yang saya peroleh hanya sekitar 10 ton saja, jauh di bawah klaim produksi yang di klaim oleh Kasatgas kemarin,” tutupnya.

‎‎Sebelumnya Kasatgas Pangan Provinsi NTB Nasrullah mengatakan hasil panen bawang putih tahun ini cukup memuaskan dan bisa melampaui target, dimana target yang di harapkan sebanyak 20 ton per hektar dan bisa tembus 21 ton per hektar.

‎‎”Alhamdulillah, target panen yang awalnya 20 ton per hektar, ternyata mencapai 21,6 ton per hektar,” bisa melebihi target,” Kata Nasrullah di dampingi KaSatgas Pangan Lombok Timur (Lotim), AKP I Made Dharma Yudha di Sembalun pada Kamis, 11 September 2025.

Example 120x600
Example 120x600