Lombok Tengah | Lombok Fokus – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus tancap gas menyambut program prioritas nasional Sekolah Rakyat. Kamis (5/6/2025), Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah memimpin rapat koordinasi (rakor) percepatan pembangunan Sekolah Rakyat bersama lintas OPD di Ruang Rapat Utama Bupati.
Rakor tersebut membahas kesiapan lahan, perizinan, serta kelengkapan dokumen teknis dan administratif yang akan diajukan ke Kementerian Sosial RI. Rencananya, seluruh dokumen akan dikirim ke pusat pekan depan.
“Kita sudah siapkan lahan seluas 9,9 hektare di Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, dengan legalitas yang lengkap. Saat ini kita fokus finalisasi dokumen agar bisa segera disampaikan ke Kemensos,” tegas Wabup Nursiah.
Hadir dalam rakor itu, Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, jajaran Dinas Sosial, Dikbud, PUPR, Perkim, BKAD, Bapperida, serta para asisten dan camat terkait. Mereka memastikan komitmen masing-masing dinas dalam mendukung kelancaran pembangunan.
Wabup Nursiah menyebut infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik di lokasi telah tersedia. Namun, akses jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang segera akan ditangani.
“Dari masyarakat tidak ada kendala. Mereka mendukung penuh dan berharap program ini segera direalisasikan,” kata Wabup.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama gratis dari jenjang SD hingga SMA, khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Semua biaya operasional ditanggung oleh APBN, tanpa membebani keuangan daerah.
Program ini diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah konkret untuk menekan angka putus sekolah dan mengangkat kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“InsyaAllah minggu depan kita berangkat ke pusat untuk serahkan semua dokumen. Kita optimis Lombok Tengah bisa menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan Sekolah Rakyat,” tutup Wabup.


