LombokFokus|Lobar – Gelaran budaya tahunan Perang Topat 2024 di Desa Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Ahad (15/12/2024), menjadi semakin semarak dengan hadirnya Pameran Pusaka Desa. Pameran yang mengusung tema “Kotaku Museumku, Kampungku Museumku” itu digagas guna melestarikan warisan budaya lokal, sekaligus menginspirasi pembentukan museum desa, yang bertujuan menjaga benda-benda cagar budaya dari tangan kolektor.
Museum NTB, sebagai penyelenggara utama pameran menampilkan pusaka dari delapan desa di Kecamatan Lingsar dan Narmada. Tak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan dalam menata benda-benda sejarah, pameran itu juga dilombakan. Juara I berhak mendapatkan hadiah Rp 5 juta, juara II Rp 4 juta, juara III Rp 3 juta, dan juara harapan mendapat Rp 1,5 juta.
Menurut Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, acara pameran itu terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
“Kami ingin memberikan pemahaman, tentang pentingnya display yang menarik dan narasi storytelling, terhadap situs dan benda pusaka agar sejarahnya terus hidup,” ujar Nuralam.
Puncak acara menjadi istimewa dengan Perang Topat, tradisi unik yang menjadi simbol harmoni umat Islam dan Hindu di NTB. Selain itu diramaikan pula dengan pertunjukan seni dan ritual adat khas, yang melibatkan masyarakat setempat.
Dukungan dan antusiasme masyarakat menjadikan acara tersebut bukan hanya tentang warisan budaya, tetapi juga bentuk kebersamaan dan identitas yang mengakar kuat.(fit)


