Lombok Timur | Lombok Fokus – Pasca pelaksanaan Pilkada Serentak 27 November 2024, masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus tetap terjaga demi kemajuan bersama.
Tokoh masyarakat Lombok Timur, Muhammad Fahri, menyampaikan pesan ini dalam keterangan tertulis pada Jumat (6/12). Ia mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi situasi pasca-Pilkada.
“Masyarakat telah memberikan hak suaranya. Kini, saatnya kita menjaga persatuan demi kemajuan daerah. Jangan sampai perbedaan pilihan menjadi alasan untuk perpecahan,” ujar Fahri, yang juga pernah menjabat sebagai Camat Masbagik pada 2017.
Fahri menekankan pentingnya bijak menggunakan media sosial di era digital. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah termakan hoaks atau narasi provokatif.
“Pendukung pasangan calon (paslon) yang kalah harus legowo, sementara pendukung paslon yang menang sebaiknya tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan. Semua ini demi menjaga harmoni sosial,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemimpin yang terpilih adalah pilihan terbaik yang telah ditentukan oleh Allah SWT. “Semoga mereka yang terpilih dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTB,” tambahnya.
Menurut Fahri, demokrasi bukanlah ancaman, melainkan sarana untuk memperkuat persatuan. Ia mengajak kelompok-kelompok yang masih anti-demokrasi untuk membuka diri dan memahami bahwa demokrasi adalah cara menjaga eksistensi negara.
“Masyarakat harus cerdas menyaring informasi, terutama di era digital yang penuh dengan hoaks dan provokasi. Jangan biarkan oknum-oknum tertentu memecah belah persatuan,” tegasnya.
Fahri mengingatkan bahwa fase pasca-Pilkada sering menjadi momen rawan konflik akibat ketidakpuasan atau manipulasi informasi. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan momen ini sebagai sarana mempererat persaudaraan.
“Jaga persatuan dan kesantunan. Jangan mudah terprovokasi. Keamanan dan persatuan adalah kunci kesejahteraan bersama,” pungkasnya.


