Lombok Tengah | Lombok Fokus– Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Tengah menyatakan kegeraman mereka atas tindakan akun Facebook bernama Being Rahman yang dianggap menghina TGH. L. Muhammad Turmuzi Badarudin, atau yang dikenal sebagai Datok Bagu. Pernyataan kasar dan tidak beradab dari akun tersebut dinilai melukai perasaan ribuan santri dan jamaah beliau.
“Kami sebagai santri beliau sangat tersinggung. Atas nama IKA PMII dan Alumni Bagu, kami mendesak semua kader untuk segera melaporkan akun tersebut,” Heri Nurdiansyah Sekretaris IKA PMII Lombok Tengah dalam pernyataan resminya, Sabtu (7/12).

Ia menyebut tindakan akun tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai moral dan agama.
“Kami tidak akan tinggal diam. Ini bukan hanya soal penghinaan terhadap seorang ulama besar, tetapi juga melukai hati ribuan santri, jamaah, dan masyarakat Lombok Tengah secara keseluruhan. Kami mendesak agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini dengan serius,” ujar Heri.
Lebih lanjut, Heri mengimbau kepada semua pihak untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak bertindak gegabah di luar jalur hukum. “Kami ingin masalah ini selesai dengan cara yang bermartabat dan sesuai prosedur. Biarkan hukum yang berbicara,” tambahnya.
IKA PMII juga mengajak seluruh kader dan alumni untuk bersama-sama melaporkan akun Being Rahman ke pihak berwenang. Mereka berharap proses hukum berjalan tegas dan menjadi pelajaran bagi pelaku.
“Jika jalur hukum tidak memberikan hasil yang memadai, maka kami serahkan persoalan ini kepada alumni untuk mengambil langkah yang mereka anggap tepat,” tegasnya.


