Scroll untuk baca artikel

Mahasiswa KKN PMD UNRAM Sukses Transformasi Pertanian di Desa Aik Bukaq dengan Inovasi Pupuk Kompos

×

Mahasiswa KKN PMD UNRAM Sukses Transformasi Pertanian di Desa Aik Bukaq dengan Inovasi Pupuk Kompos

Share this article

Lombok Tengah NTB – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram telah berhasil membawa angin segar bagi sektor pertanian di Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Melalui program pembuatan pupuk kompos yang inovatif, mahasiswa KKN tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat desa.

Desa Aik Bukaq, seperti banyak desa pertanian lainnya di Indonesia, menghadapi tantangan serius dalam menjaga kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan tanah, pencemaran lingkungan, dan meningkatkan biaya produksi bagi petani. Melihat permasalahan ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram berinisiatif mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

IKLAN
Example 120x600

Mahasiswa KKN memperkenalkan teknologi pembuatan pupuk kompos yang sederhana namun efektif kepada masyarakat Desa Aik Bukaq. Proses pembuatan pupuk kompos dimulai dengan mengumpulkan berbagai jenis limbah organik seperti daun-daun kering, sisa panen, limbah dapur, dan kotoran hewan. Bahan-bahan organik ini kemudian dicacah atau dipotong kecil-kecil untuk mempercepat proses dekomposisi.

Untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas kompos, mahasiswa KKN juga memperkenalkan penggunaan Effective Microorganism-4 (EM4). EM4 adalah kultur mikroorganisme yang bermanfaat dalam mengurai bahan organik dan memperbaiki struktur tanah. Dengan penambahan EM4, proses pengomposan menjadi lebih cepat dan menghasilkan kompos yang lebih kaya nutrisi.

Langkah demi Langkah Membuat Pupuk Kompos

  1. Pengumpulan Bahan Organik: Bahan-bahan organik dikumpulkan dari berbagai sumber di sekitar desa, seperti kebun, pekarangan rumah, dan kandang ternak.
  2. Pengolahan Bahan Organik: Bahan organik dicacah atau dipotong kecil-kecil untuk memperluas permukaan sentuhan dengan mikroorganisme.
  3. Penambahan EM4: Larutan EM4 disemprotkan merata ke tumpukan bahan organik.
  4. Pembuatan Tumpukan Kompos: Bahan organik yang telah diberi EM4 kemudian ditumpuk secara berlapis dalam wadah kompos atau lubang yang telah disiapkan. Setiap lapisan disiram kembali dengan larutan EM4.
  5. Pengadukan dan Perawatan: Tumpukan kompos diaduk secara berkala untuk menjaga sirkulasi udara dan kelembaban.

Penggunaan pupuk kompos telah membawa perubahan signifikan bagi pertanian di Desa Aik Bukaq. Beberapa manfaat yang dirasakan oleh petani antara lain:

  • Peningkatan Hasil Panen: Pupuk kompos yang kaya akan nutrisi organik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kualitas hasil panen.
  • Peningkatan Kesuburan Tanah: Penggunaan pupuk kompos secara teratur memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tanah dalam menahan air, dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah.
  • Pengurangan Biaya Produksi: Petani dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli pupuk kimia karena telah memiliki pupuk kompos sendiri.
  • Pelestarian Lingkungan: Penggunaan pupuk kompos mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia dan limbah pertanian.
  • Kemandirian Petani: Petani menjadi lebih mandiri karena tidak lagi bergantung pada pupuk kimia yang harganya seringkali fluktuatif.

Selain manfaat di bidang pertanian, program pembuatan pupuk kompos juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Aik Bukaq. Program ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu, program ini juga telah memberdayakan masyarakat, terutama perempuan, untuk berperan aktif dalam kegiatan pertanian.

Keberhasilan Desa Aik Bukaq dalam menerapkan pertanian berkelanjutan melalui pembuatan pupuk kompos membuka peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut. Beberapa potensi pengembangan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pengembangan Produk Olahan: Hasil pertanian yang berkualitas dapat diolah menjadi produk-produk olahan yang bernilai tambah tinggi, seperti keripik buah, selai, atau produk makanan lainnya.
  • Pembentukan Koperasi: Pembentukan koperasi dapat memperkuat posisi tawar petani dalam pemasaran hasil pertanian dan memudahkan akses terhadap modal dan teknologi.
  • Pengembangan Wisata Pertanian: Desa Aik Bukaq dapat dijadikan sebagai destinasi wisata pertanian yang menarik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Desa Aik Bukaq dalam menerapkan pertanian berkelanjutan melalui pembuatan pupuk kompos menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Program ini membuktikan bahwa dengan inovasi sederhana dan partisipasi aktif masyarakat, kita dapat membangun pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Dengan menggunakan pupuk kompos, hasil panen saya meningkat secara signifikan. Tanaman menjadi lebih sehat dan tahan terhadap penyakit,” ujar Masyarakat

Example 120x600
Example 120x600