PRAYA- Tenaga kerja wanita (TKW) Ismawati yang berasal dari kampung Pemelak Kelurahan Gerunung, Kecamatan Praya mengaku dirinya disiksa selama tiga bulan di tanah rantau.
Ismawati mengakui, dari awal keberangkatan sudah terlihat kebohongan dan tipu-tipuan yang dilakukan calo atau agen pemberangkatannya.
“Dari awal pendaftaran katanya mau bawa saya ke Jakarta tapi malah di berangkatkan ke Singapore, sebelum keberangkatan juga katanya mau dikasih pendidikan sekolah ke Lotim tapi malah langsung dibawa ke bandara, sebenarnya dari sana saya ingin kabur dan tidak jadi berangkat tapi takut dimarahin dan dipukul,” bebernya saat ditemui di kantor lurah kemarin.
“Dari awal pendaftaran katanya mau bawa saya ke Jakarta tapi malah di berangkatkan ke Singapore, sebelum keberangkatan juga katanya mau dikasih pendidikan sekolah ke Lotim tapi malah langsung dibawa ke bandara, sebenarnya dari sana saya ingin kabur dan tidak jadi berangkat tapi takut dimarahin dan dipukul,” bebernya saat ditemui di kantor lurah kemarin.
Ia mengakui, selama berada di Singapore tidak pernah dikasih makan dan selalu di marah-marahin. Kalau dikasih makan hanya dapat sisa dari makanan majikannya, sepotong roti di pagi hari dan tidak pernah dapat makan lagi sampai malam.
“Untung ada anak majikan yang sering kasih makan diam-diam ketika mamanya keluar rumah, dia selalu sisihin makanan buat saya karena dia kasihan sama saya,” ungkapnya.
“Untung ada anak majikan yang sering kasih makan diam-diam ketika mamanya keluar rumah, dia selalu sisihin makanan buat saya karena dia kasihan sama saya,” ungkapnya.
Setiap hari kerja keras, siang malam tidak kenal waktu karena majikannya sering marah kalau lihat pembantunya diam atau tidak kerja, padahal semuanya sudah beres.
“Kalau dia lihat saya tidak kerja atau lagi duduk dia sering banting gelas, banting apa yang ada, hampir sempat kemarin dia mau pukul saya tapi gak jadi, mungkin karena sudah ada peraturan tentang TKW makaknya dia takut,” ungkapnya.
Setelah beberapa bulan berlalu, saya sudah tidak kuat dengan tekanan batin sehingga saya memberanikan diri untuk meminjam telepon anaknya itu untuk kasih kabar ke keluarga di lombok.
“Dan aku kabar buruk saya direapon baik kelurahan sehingga pihak lurah langsung memberikan tindakan dan bantuan. Dan Alhamdulillah jarak tiga hari saya langsung bisa dibawa pulang ke lombok, terimakasih kepada lurah Gerunung L. Hazni karena telah berusaha dengan susah payah membantu kelancaran kepulangan saya semoga di beri kesehatan dan keselamatan,” ungkapnya.
“Kalau dia lihat saya tidak kerja atau lagi duduk dia sering banting gelas, banting apa yang ada, hampir sempat kemarin dia mau pukul saya tapi gak jadi, mungkin karena sudah ada peraturan tentang TKW makaknya dia takut,” ungkapnya.
Setelah beberapa bulan berlalu, saya sudah tidak kuat dengan tekanan batin sehingga saya memberanikan diri untuk meminjam telepon anaknya itu untuk kasih kabar ke keluarga di lombok.
“Dan aku kabar buruk saya direapon baik kelurahan sehingga pihak lurah langsung memberikan tindakan dan bantuan. Dan Alhamdulillah jarak tiga hari saya langsung bisa dibawa pulang ke lombok, terimakasih kepada lurah Gerunung L. Hazni karena telah berusaha dengan susah payah membantu kelancaran kepulangan saya semoga di beri kesehatan dan keselamatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Gerunung, Lalu Hazni mengakui kelurahan bekerjasama dengan lembaga duta besar dari Australia yakni (kirsten bishop minister Counsellor) Kedubes Australia dan direktur eksekutif migran cer (Cate Sanahan) program buruh migran mampu, hanya kelurahan Gerunung yang peduli tentang buruh migran.
“Karena kelurahan cukup memiliki komunikasi yang baik dengan investor luar negeri atau lembaga luar negeri sehingga bisa mempermudah memulangkan masyarakat yang sedang menjadi TKI/TKW di luar negeri ketika mereka ada masalah, dan saya tekankan untuk masyarakat khususnya kelurahan Gerunung jika ingin kerja di luar Negeri bernagkatlah dengan surat izin dari keluarga maupun kelurahan supaya nanti ketika ada masalah bisa langsung diselesaikan dengan cepat dan baik kalau surat legalnya ada,” tutupnya. (Bt)
“Karena kelurahan cukup memiliki komunikasi yang baik dengan investor luar negeri atau lembaga luar negeri sehingga bisa mempermudah memulangkan masyarakat yang sedang menjadi TKI/TKW di luar negeri ketika mereka ada masalah, dan saya tekankan untuk masyarakat khususnya kelurahan Gerunung jika ingin kerja di luar Negeri bernagkatlah dengan surat izin dari keluarga maupun kelurahan supaya nanti ketika ada masalah bisa langsung diselesaikan dengan cepat dan baik kalau surat legalnya ada,” tutupnya. (Bt)
www.lombokfokus.com


