Jakarta, Lombok Fokus – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menyambut kedatangan pimpinan perusahaan teknologi Jepang, Scent Store, di gedung Bina Graha Jakarta pada Rabu (12/6). Pertemuan ini membahas pengembangan talenta digital di Indonesia.
Scent Store menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia dalam mencetak talenta digital. “Kami tidak hanya ingin memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia, khususnya di bidang digital,” ujar Direktur Representatif Scent Store, Alex Tsai.
Scent Store saat ini mengembangkan teknologi yang mengubah aroma menjadi data digital dan mereproduksi aroma tersebut. Teknologi ini melibatkan analisis aroma, digitalisasi, penyimpanan data aroma, dan sintesis aroma. Pengguna cukup mengunduh aplikasi yang menyimpan data aroma dan menghubungkannya dengan perangkat diffuser. Dalam beberapa detik, pengguna bisa mencium aroma yang sama dengan aslinya.
“Inovasi ini luar biasa, kita tidak pernah membayangkan bahwa indra penciuman bisa disalurkan dalam bentuk data digital,” kata Moeldoko.
Moeldoko menyambut baik kerjasama ini, terutama karena Indonesia sedang mengejar target mencetak sembilan juta talenta digital pada 2030. Saat ini, Indonesia baru mampu mencetak 100.000 hingga 200.000 talenta digital per tahun. Untuk mencapai target, diperlukan 600.000 talenta digital per tahun. “Artinya masih ada kekurangan sebesar empat ratus ribu hingga lima ratus ribu per tahun,” jelasnya.
Moeldoko menekankan pentingnya meningkatkan suplai talenta digital di Indonesia dan memperluas pusat pengembangan inovasi. “Kita harapkan kerjasama ini dapat diwujudkan dalam langkah konkret, agar impian Indonesia mencetak talenta digital, terutama dalam inovasi di bidang wewangian, dapat segera terwujud,” pungkasnya.


