KOPANG- Warga Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang kesalkan proses pembangunan program pamsimas yang dinilai tidak profesional sehingga mengecewakan warga setempat.
Ketua RT Kopang Rembiga II, Dikoan mengatakan, pembangunan Pamsimas memang sangat ditunggu-tunggu warga, terutama di daerah kekeringan yang belum bisa mengakses air bersih secara memadai, sehingga tujuannya bisa membantu warga mengakses air bersih dengan mudah dan cepat.
“Program ini bagaikan durian runtuh, saat kemarau tiba kekeringan menjadi persolan warga, terlebih dengan adanya Pamsimas yang tak bisa melayanai warga dengan baik dan teratur,” keluhnya kepada Radar Mandalika (25/01).
Ia sangat kecewa dengan program tersebut. Menurutnya proses pembangunan secara keseluruhan dari program Pamsimas ada yang tidak beres dan tidak profesional.
“Dari sisi perencanaan dan pengerjaannya berbeda 180 derajat, pemasangan pipa tidak teratur, semerawut dan tidak terkontrol,” ceritanya.
Ia berharap, pihak pekerja Pamsimas transparan dan profesional dalam menjalankan tugas. Program ini anggarannya besar tetapi cara pengelolaannya seperti manajemen tukang bakso.
“Dia yang buat, dia yang jual dan dia juga yang makan,” ujarnya.
Dikoan juga mengakui dirinya merupakan salah satu tim pengadaan Pamsimas, tetapi sekedar simbol saja. “Sebelumnya tidak pernah diajak musyawarah tiba-tiba program ini sudah ada, ini kan bobrok,” keluhnya dengan kecewa.
Ditempat yang berbeda, Wahyu Satriadi selaku tokoh agama Desa Kopang Rembiga menyampaikan permasalahan yang sama. Menurutnya program Pamsimas ini memang sangat baik dan bermanfaat, namun sayang tidak dikelola dengan baik.
“Bukannya memberikan manfaat bagi warga, tapi justru menyisakan persoalan,” ucapnya.
Ditambahnya, wajar warga marah dan kecewa terkait program Pamsimas ini, karena pengerjaannya tidak teratur dan amburadul.
“Pipa berserakan dimana-mana dan tidak ada kontrol dari pihak yang berwenang, apalagi ketika air sudah mulai mengalir, pipanya bocor dimana-mana,” ujarnya.
Ia berharap pemdes segera mengevaluasi program tersebut.
“Jangan sampai kekecewaan warga tidak terbendung sehingga melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kades Kopang Rembiga, Widianto mengakui, sudah menerima laporan dari beberapa warga terkait keluhan masyarakat terkait program pamsimas tersebut, ia mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi bersama terkait permasalahan yang di alamai masyarakat.
“Mari kita selesaikan dengan musyawwarah dan kepala dingin,” ucapnya. (Bt)
Ketua RT Kopang Rembiga II, Dikoan mengatakan, pembangunan Pamsimas memang sangat ditunggu-tunggu warga, terutama di daerah kekeringan yang belum bisa mengakses air bersih secara memadai, sehingga tujuannya bisa membantu warga mengakses air bersih dengan mudah dan cepat.
“Program ini bagaikan durian runtuh, saat kemarau tiba kekeringan menjadi persolan warga, terlebih dengan adanya Pamsimas yang tak bisa melayanai warga dengan baik dan teratur,” keluhnya kepada Radar Mandalika (25/01).
Ia sangat kecewa dengan program tersebut. Menurutnya proses pembangunan secara keseluruhan dari program Pamsimas ada yang tidak beres dan tidak profesional.
“Dari sisi perencanaan dan pengerjaannya berbeda 180 derajat, pemasangan pipa tidak teratur, semerawut dan tidak terkontrol,” ceritanya.
Ia berharap, pihak pekerja Pamsimas transparan dan profesional dalam menjalankan tugas. Program ini anggarannya besar tetapi cara pengelolaannya seperti manajemen tukang bakso.
“Dia yang buat, dia yang jual dan dia juga yang makan,” ujarnya.
Dikoan juga mengakui dirinya merupakan salah satu tim pengadaan Pamsimas, tetapi sekedar simbol saja. “Sebelumnya tidak pernah diajak musyawarah tiba-tiba program ini sudah ada, ini kan bobrok,” keluhnya dengan kecewa.
Ditempat yang berbeda, Wahyu Satriadi selaku tokoh agama Desa Kopang Rembiga menyampaikan permasalahan yang sama. Menurutnya program Pamsimas ini memang sangat baik dan bermanfaat, namun sayang tidak dikelola dengan baik.
“Bukannya memberikan manfaat bagi warga, tapi justru menyisakan persoalan,” ucapnya.
Ditambahnya, wajar warga marah dan kecewa terkait program Pamsimas ini, karena pengerjaannya tidak teratur dan amburadul.
“Pipa berserakan dimana-mana dan tidak ada kontrol dari pihak yang berwenang, apalagi ketika air sudah mulai mengalir, pipanya bocor dimana-mana,” ujarnya.
Ia berharap pemdes segera mengevaluasi program tersebut.
“Jangan sampai kekecewaan warga tidak terbendung sehingga melakukan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kades Kopang Rembiga, Widianto mengakui, sudah menerima laporan dari beberapa warga terkait keluhan masyarakat terkait program pamsimas tersebut, ia mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi bersama terkait permasalahan yang di alamai masyarakat.
“Mari kita selesaikan dengan musyawwarah dan kepala dingin,” ucapnya. (Bt)
www.lombokfokus.com


