Lombok Timur, – Dalam sebuah pernyataan resmi, Ketua Lembaga Pemantau Pemilu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (LPP PMII), M. HERWADI, menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengawasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim. Hal ini menyusul aksi demonstrasi sebelumnya yang dilakukan oleh LPP PMII tanpa mendapatkan kejelasan dari pihak KPU.
M. HERWADI mengecam tindakan yang dianggap tidak transparan oleh komisioner KPU Lotim dan menyampaikan beberapa tuntutan sebagai respons.
“Meminta kejaksaan untuk memanggil dan memeriksa kelima komisioner KPU yang diduga terlibat dalam mark up anggaran dan pemotongan dana KPPS di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ungkapnya melalui pers rilis yang dikirim ke Lombok Fokus, Minggu, (25/2/24).
“Menduga adanya perilaku oknum komisioner KPU Lotim yang memperkaya diri sendiri dan menyalahgunakan dana negara,” Tegasnya
Ketua LPP PMII Lombok Timur dengan tegas akan melaporkan dugaan pemotongan honor KPPS ke Kejaksaan Negeri Selong dalam waktu dekat.
“Dengan terkumpulnya sejumlah alat bukti, LPP PMII berencana untuk melakukan aksi lebih lanjut dan akan menyerahkan laporan resmi kepada Kejaksaan Negeri Selong dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Pernyataan ini mencerminkan ketidakpuasan LPP PMII terhadap kondisi terkini dan menegaskan niatan mereka untuk menegakkan keadilan serta transparansi dalam pelaksanaan pemilu. (Red)


