Verification: 27a3a887773ff714

Uang Pangkal UNRAM Naik, BEM UNRAM Adakan Aksi Mimbar Bebas Keliling Kampus.

  • Bagikan
Sabolah
Uang Pangkal UNRAM Naik, BEM UNRAM Adakan Aksi Mimbar Bebas Keliling Kampus.

Mataram, (Lombok Fokus) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram mengadakan aksi mimbar bebas  berkeliling kampus  mendatangi sembilan fakultas yang ada di  Universitas Mataram selama dua hari. (24/6/19)

Aksi ini menyoroti permasalahan  pembayaran UKT dan SPI yang meningkat, fasilitas belajar mengajar yang belum memadai terutama di kampus 2 UNRAM, serta pemberlakuan gerbang elektronik baru-baru ini. Aksi ini dihadiri oleh Presma UNRAM dan sekjendnya serta anggota BEM UNRAM  lainnya.

BANK NTB Syariah

Ketua BEM UNRAM 2019, M. Amri Akbar menuturkan bahwa aksi ini dilaksanakan untuk memberikan  informasi terkait permasalahan kampus saat ini. Permasalahan UKT dan SPI yang meningkat tidak sebanding dengan keadaan fasilitas belajar mengajar yang tidak memadai disetiap fakultas, terutama di kampus 2 UNRAM.

Selain itu, pemberlakuan gerbang elektronik baru-baru ini perlu dipertanyakan efektifitasnya
Selain itu, dalam orasinya Amri mengajak mahasiswa agar tidak takut untuk menyuarakan aspirasinya agar pihak kampus tidak sewenang-wenang dalam membuat kebijakan yang dapat merugikan mahasiswa.

“Mahasiswa harus dapat bergerak bersama atas dasar keresahan melihat kondisi Kampus yg tengah terjadi saat ini dan bersama-sama menyatakan sikap atas setiap permasalahan tersebut. Kalau bukan kita bersama, siapa lagi ?,” tutupnya.

Rangkaian aksi ini kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi akbar pada Senin sore, 24 Juni 2019 di Lapangan Rektorat UNRAM. Konsolidasi ini dihadiri oleh perwakilan seluruh organisasi mahasiswa dan  membahas permasalahan UKT, SPI, dan gerbang elektronik.

Pada konsolidasi ini, ketua BEM Fakultas menyampaikan pendapatnya mengenai polemik yang terjadi di fakultas masing-masing. Hamdi, ketua BEM FKIP menyoroti tentang pembangunan gedung II dan gedung PGSD serta masalah keamanan di FKIP. Hafiz, Ketua BEM Faperta menyoroti mengenai peleburan studi, penurunan UKT/SPI, dan penelitian di laboratorium yang dikenakan biaya, disinyalir baiaya yang dikenakan lebih banyak dari swasta. Serta ketua BEM FEB, memusatkan perhatian kepada tuntutan perubahan jumlah mahasiswa yang diterima pada jalur mandiri (menjaga konstan keuangan dengan menaikkan SPI), IESP 12.500.000, kenaikan SPI yang tidak relevan dengan pendapat orang tua, serta proses pembangunan yang terlambat untuk gedung D3 Pariwisata.

READ  Unram Jaring Bakal Rektor

Sementara itu, hasil konsolidasi menghasilkan beberapa tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi yang akan datang yaitu, Penurunan UKT untuk semester 8 ke atas dengan potongan sebesar 40%, menuntut kesejahteraan bagi petugas keamanan (SATPAM), menuntut agar uang pangkal diturunkan atau dihapuskan, mengusut tuntas oknum suap menyuap dalam program KKN periode Januari 2019 dan pemberlakuan sanksi bagi mahasiswa dan oknum yang bersangkutan, serta jaminan UNRAM agar uang pangkal tidak dijadikan sebagai variabel mahasiswa program studi Kedokteran.
Permasalahan ini berangkat dari perhatian para aktivis kampus mengenai fasilitas kampus yang tidak memadai tiap fakultasnya yang tidak sebanding dengan tingginya biaya SPI dan UKT ditambah lagi dengan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang telah disediakan sehingga muncul berbagai pertanyaan perihal kemana biaya SPI dan UKT tersebut. (Red)

www.lombokfokus.com

Facebook

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Subscribe for notification
Refleksi HANI, Wartiah dan Rumah Aspirasi Gelar Loma Video Kreatif Mantan Wakil Gubernur NTB Wafat Aksi Joget Tiktok di Lombok Viral