Verification: 27a3a887773ff714
banner 120x600
banner 120x600
Hukrim  

Polda NTB Luncurkan Kolaborasi Program Indonesia Bebas Narkoba

Polda NTB Luncurkan Kolaborasi Program Indonesia Bebas Narkoba
Direktur Resnarkoba Polda NTB menandatangani nota kesepakatan bersama menuju Indonesia Bebas Narkoba
Sabolah

Lombok Fokus | Mataram – Dukungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB, terhadap program Indonesia Bebas Narkoba tak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, Ditresnarkoba Polda NTB di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma PR., S.I.K., M.H. itu, Jumat (1/10/2021), meluncurkan program kolaborasi Kampung Sehat, Kampung Tangguh Narkoba, dan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Direktur Resnarkoba Polda NTB Kombes Pol. Helmi mengungkapkan, ketiga program tersebut telah dijalankan dan sukses dalam pelaksanaannya. Hal itulah yang mendasari kolaborasi dari ketiga program dalam mewujudkan Program Indonesia Bebas Narkoba di Nusa Tenggara Brat (NTB).

BANK NTB Syariah

”Ini kolaborasi antara Program Kampung Sehat yang sudah dicanangkan Polda NTB, Kampung Tangguh Narkoba dan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba, red),” ungkapnya.

Dikatakan, Program Kampung Sehat telah terbukti mampu menekan penyebaran Covid-19 di NTB. Demikian pula dengan Kampung Tangguh dan Desa Bersinar, telah berhasil menekan permintaan narkoba di masyarakat.

”Program itu kita perkuat lagi dengan fokus menekan peredaran narkoba di tengah masyarakat,” ujarnya.

Perwira Menengah (Pamen) Polri bintang tiga itu menjelaskan, Program Indonesia Bebas Narkoba yang akan diterapkan di NTB, nantinya akan melibatkan semua elemen di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN), lembaga rehabilitasi narkoba, instansi-instansi terkait, tokoh agama dan masyarakat (togama), dan tokoh pemuda di masing-masing desa/kelurahan. Pun, pelibatan mantan pecandu narkoba yang telah dinyatakan sehat dan unsur media massa (cetak, online, dan elektronik).

”Program ini lebih banyak menyasar pada tindakan preemtif dan preventif,” tandasnya.

Helmi menuturkankan, dalam Kampung Sehat masing-masing desa/kelurahan menyiapkan ruang isolasi mandiri, bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Nantinya ruang isolasi mandiri itu, juga akan dijadikan sebagai tempat isolasi bagi para pecandu narkoba.

READ  Polres Lobar Ungkap Kasus Pencurian, Pelaku Utama Ternyata Merupakan Target Operasi

”Nanti bisa memanfaatkan anggota dari BNN di tingkat kota/kabupaten untuk melakukan rehabilitasi,” katanya.

Menurut Helmi, secara tidak langsung masyarakat dapat tahu dan sadar akan bahaya narkoba, sehingga masyarakat dapat menjaga diri agar tidak menyentuh barang haram tersebut.

”Sosialisasi melawan narkoba harus dilakukan secara masif,” tegasnya.

Disebutkan, para mantan pecandu narkoba yang telah lulus rehabilitasi nantinya akan menjadi cerminan, bagi para pecandu narkoba lainnya bahwa sebagai pecandu, sebenarnya mereka dapat sembuh atau tidak ketergantungan lagi. Yang terpenting, kata Helmi, ada kemauan masyarakat yang menjadi pecandu untuk berhenti atau hijrah.

“Pasti bisa. Narkoba itu tidak ada gunanya, malah menjadi penyakit,” ucapnya.

Lebih jauh musuh besar bandar narkoba itu menyampaikan, dalam program kolaborasi mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba di NTB, pihaknya juga akan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dimana UMKM-UMKM akan diarahkan untuk memanfaatkan teknologi informasi digital, yang dalam prosesnya akan didukung oleh starup NTB-Mall.

“Untuk memberikan solusi kepada para pecandu, mereka akan didorong untuk terlibat langsung mengembangkan UMKM, sehingga mereka memiliki kegiatan positif. Untuk itu kita libatkan CEO NTB-Mall,” sebut Helmi.

“Pilot project ini kita lihat dalam jangka pendek dulu. Ditargetkan tiga bulan sudah ada hasil,” imbuhnya.

Tidak sampai disana, Helmi juga menyampaikan bahwa untuk menjalankan program pihaknya juga akan melibatkan kearifan lokal, yang nantinya akan memunculkan aturan (awiq-awiq) terkait penyalahgunaan narkoba.

“Masing-masing lingkungan atau dusun dan desa kita dorong untuk membuat aturan. Jika ada masyarakat yang menjadi penjual atau pecandu mendapatkan sanksi di lingkungan tersebut,” tegasnya.

Pihaknya berharap, melalui program kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba itu, permintaan narkoba di NTB hingga di desa-desa dapat ditekan.

READ  Kemenkumham Bali-Nusra Siapkan Strategi dan RKA Masuki Tahun 2022

“Sehingga peredarannya makin sempit. Kita coba tekan demand (permintaan narkoba, red),” ucapnya

Peluncuran program kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama, project perubahan strategi menuju Indonesia Bebas dari Narkoba antara Dirnarkoba Polda NTB. Dengan beberapa elemen antara lain Lurah Dasan Cermen Kota Mataram, Yayasan AKSI NTB, LKS Yayasan Lentera Mataram, KIAT Usaha Mandiri, CEO NTB-Mall, dan perwakilan wartawan Hukrim Polda NTB. (red)

Polda NTB Luncurkan Kolaborasi Program Indonesia Bebas Narkoba
Foto bersama usai penandatanganan kesepakatan menuju Indonesia Bebas Narkoba

Facebook

Sabolah
banner 120x600
Sabolah

Tinggalkan Balasan

Sabolah
Subscribe for notification