Abu Zainab, yang merupakan warga negara Irak, terbunuh dalam bentrokan bersenjata dengan pasukan keamanan Irak di wilayah tersebut.
INSS juga menyebutkan bahwa operasi ini dilakukan dalam kerja sama dengan pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), dengan tujuan untuk memusnahkan ISIS.
Namun, juru bicara koalisi anti-ISIS pimpinan AS belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.
Selama bertahun-tahun, koalisi pimpinan AS telah bekerja sama dengan pasukan keamanan Irak dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin oleh Kurdi, untuk melawan sisa-sisa ISIS di kedua negara tersebut. Irak mengumumkan kemenangan atas ISIS pada akhir tahun 2017, menyatakan bahwa seluruh wilayahnya telah dibebaskan dari cengkeraman militan radikal tersebut. Namun, sisa-sisa militan ISIS masih terus melancarkan serangan terhadap polisi, tentara, dan unit paramiliter Irak secara rutin.
Menurut laporan dari Associated Press, pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa ISIS masih memiliki sekitar 5.000 hingga 7.000 anggota yang tersisa di daerah markas mereka di Suriah dan Irak.


