MATARAM, – Ribuan massa dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Laskar Sasak secara resmi menyatakan dukungan kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, dalam sebuah aksi budaya dan kebangsaan yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur NTB, Senin (19/1/2026).
Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen masyarakat adat Sasak untuk ikut mengawal dan menjaga keberlangsungan program-program strategis Pemerintah Provinsi NTB, khususnya dalam mewujudkan visi besar NTB Makmur dan Mendunia.
Tongkat Komando Pegat Male, Simbol Kepercayaan dan Kehormatan Adat
Dalam momentum tersebut, Laskar Sasak menganugerahkan Tongkat Komando “Pegat Male” kepada Gubernur NTB. Penganugerahan ini sarat makna filosofis dan kultural, sebagai simbol kepercayaan, kehormatan, dan kesiapan masyarakat adat untuk bersinergi bersama pemerintah daerah.
Tongkat komando Pegat Male dimaknai sebagai lambang keteguhan sikap, kepemimpinan yang lurus, serta tekad bersama dalam menjaga stabilitas sosial, persatuan masyarakat, dan kelancaran pembangunan daerah di NTB.
Gubernur Apresiasi Aspirasi Damai dan Beradab
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Laskar Sasak. Ia menilai, penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya serta peradaban masyarakat NTB.
“Saya bangga karena Laskar Sasak memberikan contoh bagaimana menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan beradab. Ini mencerminkan kualitas budaya masyarakat NTB yang tinggi,” ujar Gubernur Iqbal di hadapan ribuan massa.
Menurutnya, apa yang ditunjukkan Laskar Sasak menjadi teladan bahwa demokrasi dan budaya dapat berjalan beriringan, tanpa menghilangkan esensi persatuan dan saling menghormati.
Persatuan Sasak, Samawa, dan Mbojo Jadi Kunci Pembangunan
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa persatuan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan. Ia mengajak semua komponen masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku, budaya, maupun golongan, untuk bersama-sama mendukung agenda pembangunan daerah.
“Ini saatnya kita bersatu, bukan terpecah-belah. Sasak, Samawa, dan Mbojo harus bergandengan tangan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, seluruh pekerjaan rumah hanya bisa kita selesaikan dengan kebersamaan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan NTB tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif dan dukungan masyarakat.
Kritik Adalah Bagian Demokrasi, Tapi Harus Beretika
Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, Gubernur Iqbal juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik dan aspirasi. Menurutnya, kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan berlandaskan nilai-nilai agama serta kearifan lokal.
“Kritik itu perlu dan konstruktif, tetapi harus disampaikan dengan cara yang baik. Apa yang ditunjukkan hari ini adalah teladan bagi kita semua,” pungkasnya.
Aksi dukungan Laskar Sasak ini berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa budaya. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa masyarakat adat NTB siap berdiri bersama pemerintah dalam menjaga persatuan, stabilitas daerah, dan mewujudkan NTB yang maju, makmur, dan mendunia.





